Advertorial Nasional

Anggota DPRD Kota Bengkulu Tegaskan Fokus ke Program Jalan Mulus

Wakil Ketua II DPRD Kota Bengkulu, Alamsyah. ( Ist)

BENGKULU- DPRD Kota Bengkulu masih memiliki rentan waktu hingga akhir September  untuk pengesahan APBD Perubahan 2022. Namun dalam waktu yang relatif singkat hingga akhir tahun tersebut, Wakil Ketua II DPRD Kota, Alamsyah, mengimbau agar tak ada penambahan anggaran untuk pembangunan balai kota atau kota merah putih gagasan walikota saat ini. Pasalnya, dikhawatirkan dalam waktu yang singkat,  penyelesaian pekerjaan dikhawatrikan tak akan rampung.

Alamsyah menjelaskan, meski belum melihat jumlah usulan penambahan anggaran yang dimasukkan di RAPBD perubahan 2022, bagusnya anggaran untuk proyek tersebut diformulasikan pada anggaran 2023 agar lebih efektif.

“Nanti kita akan evaluasi bersama baik anggaran yang sudah ada, bagaimana realisasinya. Ketika memang pembangunan itu belum selesai dan belum tuntas, kita evaluasi. Kalau ditambahkan mungkin target tidak akan tercapai, nanti kita lihat pertimbangannya di proses pembahasan apakah layak ditambah. Bagusnya tidak ada penambahan,” jelas Alamsyah, Jumat (23/09).

Alasan kuat Alamsyah meminta agar tak ada penambahan anggaran pada proyek tersebut di APBD perubahan 2022 ini adalah agar pemkot lebih bisa menyelesaikan program jalan mulus dan penambahan lampu jalan serta infrastruktur lainnya. Mengingat dalam reses beberapa anggota dewan sebelumnya, hal ini masih menjadi keluhan dasar masyarakat yang belum terselesaikan.

“Baiknya anggaran yang ada dimaksimalkan untuk perkuat pembangunan infrastruktur seperti jalan, drainase, lampu jalan, dan lain-lain yang memang masih belum merata di Kota Bengkulu. Yang jelas kalau sepanjang itu untuk kebutuhan masyarakat kita akan dukung,” tutup Alamsyah.

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: