www.tabikpun.com, Lampung Tengah – Jumlah kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Lampung Tengah (Lamteng) mulai mengkhawatirkan. Berdasarkan data kasus yang pernah ditangani Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Lamteng, pada pertengahan 2017 saja telah terjadii 22 kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.
Ketua LPA Lamteng Eko Yuono menerangkan, mengantisipasi bertambahnya angka kekerasan terhadap anak, LPA Lamteng memberikan pelajaran pendidikan seksual terhadap anak. Kali ini edukasi menyasar ke daerah Talang, Kampung Donoarum, Kecamatan Seputihagung. Pesertanya, puluhan santri dari Pondok Pesantren Darussalam, Kampung Gayausakti.
”Pendidikan seksual itu kami berikan beberapa waktu lalu sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kartini. Adapun narasumber yang menyampaikan materi adalah pekerja sosial LPA Lamteng, Supriyanto, S.Pd.I., dan dibantu beberapa staf. Materi yang disampaikan seputar pendidikan seksual. Seperti memberi pemahaman kepada anak-anak bahwa guru saat mengajar tidak boleh menyentuh bagian tubuh yang sensitif. Daerah sensitif yang dimaksud, juga kami jelaskan,”ujar Eko yang juga Ketua Pemuda Muhammadiyah Lamteng, Selasa (25/4/2017).
Menurut Eko, beberapa kasus kekerasan seksual kepada anak yang ditangani pihaknya, dilakukan oleh oknum guru. ”Maka dari itu, kita beri pemahaman kalau guru memberi pelajaran jangan mau dipegang-pegang di bagian terlarang,” imbuh Eko.
Dengan upaya preventif memberikan edukasi seksual kepada para pelajar diharapkan mampu mencegah kasus seksual terhadap anak. Menurutnya, menangani hal tersebut dibutuhkan peranan dari semua pihak.
”Salah satu yang terpenting adalah kepedulian keluarga. Kemudian pemerintah juga harus tanggap. Terutama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Kenapa? Karena dari banyak kasus yang terjadi, rata-rata dilakukan oknum guru,” ucapnya.
Kemenag juga harus tanggap, karena ada beberapa kasus pelakunya oknum guru ngaji atau ustad.”Kita juga meminta orang tua harus ekstra ketat dalam menjaga anak-anaknya, terutama orang-orang terdekat.,” pungkasnya. (Mozes)















Add Comment