Lampung Utara News

Beri Dukungan Moral, Ratusan Warga Hadiri Sidang Kades Labuhan Ratu Kampung

Warga Desa Labuhan Ratu Kampung datangi di Pengadilan Negeri Kotabumi memberikan dukungan kepada kepala desanya yang sedang disidang. (Adi/Yono)

LAMPUNG UTARA – Ratusan warga hadiri sidang penganiayaan dimana Kepala Desa Labuhan Ratu Kampung Hudari sebagai terdakwa. Kedatangan warga untuk memberikan dukungan moril terhadap terdakwa.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kotabumi Imam Munandar beragendakan pembacaan duplik dari kuasa hukum terdakwa, Rabu (11/11/2020).

“Sengaja kami ke sini karena ingin memberikan dukungan moral kepada kepala desa kami dalam menjalani proses persidangan,” kata Tamsir salah seorang warga usai sidang.

Tamsir menambahkan, selain memberikan dukungan moral, kedatangan warga juga untuk menggugah hati nurani para hakim. Di samping perkara penganiayaan yang disangkakan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya, keberadaan Hudari sebagai pemimpin masih sangat dibutuhkan warga termasuk dirinya.

“Apa yang dilakukan oleh Hudari semata-mata hanya untuk membela kepentingan warga yang memang telah lama resah dengan sepak terjang korban (TO). Selama ini, TO kerap kali berulah sehingga mengganggu kenyamanan warga. Semoga apa yang kami lakukan dapat jadi pertimbangan dari para hakim dalam menjatuhkan vonis. Harapannya, bisa vonis bebas atau paling tidak diberi vonis seringan mungkin,” imbuhnya.

Sementara Kuasa Hukum Hudari dari LBH Menang Jagad, Karjuli Ali membenarkan bahwa apa yang dilakukan oleh kliennya hanya untuk melindungi warganya. Kendati demikian, ia mengakui tindakan kliennya yang main hakim sendiri memang terlalu berlebihan.

“Klien kami sudah akui kesalahannya karena memang kekesalannya sudah memuncak akibat perbuatan yang bersangkutan,” jelasnya.

Meski berlebihan, lanjut Karjuli, tindakan kliennya tidak sampai melukai korban. Saat itu, kliennya tidak pernah mencabut goloknya dari sarung. Faktanya tidak ada pembacokan yang menyebabkan korban terluka, keterangannya itu juga diperkuat dengan keterangan saksi ahli dan saksi korban.

“Yang kami sampaikan ini hanya kebenaran karena klien kami hanya ingin membela warganya dan juga tidak pernah melakukan pembacokan,” ujarnya.

Sedangkan Hudari mengaku tidak pernah meminta warganya untuk hadir dalam persidangannya kali ini. Menurutnya warga datang atas keinginan sendiri, dan dukungan yang diberikan oleh warganya ini seakan menjadi bukti nyata bahwa mereka sangat membutuhkan kehadirannya.

“Mungkin mereka merasa terpanggil melihat kasus yang menimpa saya,” terangnya.

Diberitakan sebelumnya Hudari sempat diamankan oleh Polres Lampung Utara karena diduga telah menganiaya TO pada 12 Juli 2020. Laporan TO tertuang dalam LP/69/B/VII/2020/POLDA LAMPUNG/RES LU.

Kejadian ini bermula saat Hudari mendatangi TO yang sedang singgah di kediaman rekannya, YU. Kala itu, Hudari menuduh TO telah mencuri TV-nya. Tudingan itu dibantah oleh TO karena merasa tidak pernah melakukan hal itu.

“Karena tidak mengakui tuduhan itu, korban akhirnya dianiaya oleh Hudari di bagian punggung dan kepala,” jelas Kasatreskrim Polres Lampung Utara.(Adi/Yono)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: