METRO – Darsono mantan Ketua DPRD Kota Metro periode 2009-2014 dan juga tokoh masyarakat, berharap Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dapat menggelar sharing session membahas infrastruktur perkotaan. Sehingga wajah perkotaan dapat terlihat dari fasilitas umum (fasum) di Bumi Sai Wawai.
Ia meminta, Pemkot Metro melakukan sharing session dengan orang yang sesuai jobnya. Menurutnya, banyak akademisi atau pengamatan yang dapat dimintai pendapat tentang tata kelola perkotaan.
“Ya kerahkan semua kekuatan untuk sharing, kan ada perguruan tinggi, ada aktifis, ada kamu orang para wartawan, tokoh masyarakat, para pelaku yang lebih dulu dan orang yang pinter-pinter banyak sekarang. Dan juga jobnya harus sesuai, bukan kepala dinas PU yang menjadi kepala dinasnya PPL sehingga jalan jadi sawah, jadi ini harus orang teknik sipil. Di dunia ini jika bukan dipegang oleh orang yang ahlinya tunggu saja rusaknya,” tegas Darsono usai menghadiri Paripurna HUT Kota Metro ke-86 di DPRD Kota Metro, Jumat (9/6/2023).
Menurutnya, Kota Metro sulit berkembang dengan tata kelola yang banyak melakukan pemborosan. Seharusnya, Kota Metro menerapkan manajemen kota yang total, sehingga Fasilitas Umum (Fasum) yang mencerminkan kota.
“Kota Metro ini menjadi mini susah, mau berkembang apalagi, dengan tata kelolanya yang banyak pemborosan, akhirnya jalan banyak yang rusak. Kita ini manajemenya manajemen kota loh, kita bukan manajemen umbul, the City jadi fasumnya fasum kota, mencerminkan kota,” bebernya.
Ia pun, memaknai Hut Kota Metro ke-86 dengan mempertanyakan hilangnya piala adipura. “Secara khusus menurut saya hilangnya piala adipura itu tanda tanya besar gagalnya suatu kota. Karena banyaknya perda yang ditimbun oleh orang yang berkuasa itu yang penyebabkan kota Metro tidak mendapatkan piala adipura,” sindirnya.
Darsono menjelaskan, dulu Kota Metro hutan belantara yang dibuka kaum kolonis. Sehingga ini menjadi semacam pandangan sejarah apabila Metro ini wajib diperluas wilayahnya.
“Ini ada dasarnya, dulu DPRD Lampung mengusulkan Kota Metro bukan wilayah ini sebagian Punggur, sebagian Pekalongan, sebagian Batanghari dan Metro kibang. Jadi mesti kembali kesana pada jamannya, sawah bukan alasan untuk tidak menjadi kota lihat bekasi sawah, depok sawah, solo palur sawah why not Kota Metro,” ujarnya. (Mahfi)















Add Comment