Lampung Tengah – Festival ogoh-ogoh Lampung Tengah diikuti oleh 40 kelompok dari berbagai daerah. Ajang tahunan bagian dari rangkaian Nyepi dan Tahun Baru Saka 1940 diklaim sebagai yang terbesar di luar Pulau Bali.
Kegiatan dibuka langsung oleh Pelaksana Tugas (plt) Bupati Loekman Djoyosoemarto, Kamis (15/3), di Lapangan Merdeka Kecamatan Seputih Banyak.
Dalam sambutannya, Loekman menyatakan Pihaknya siap membesarkan kegiatan ogoh-ogoh dan membawa kegiatan itu sebagai agenda daerah, nasional, dan internasional.
“Pemkab Lampung Tengah siap menganggarkan anggaran bersama Dinas Pariwisata. Faktanya ogoh-ogoh di sini merupakan yang terbesar di luar Pulau Bali. Dengan begitu potensi wisatanya bisa kita maksimalkan jika dikelola dengan baik,” kata Loekman Djoyosoemarto.
Melalui kegiatan ogoh-ogoh, Loekman juga mengajak seluruh umat sedarma dan juga umat beragama lainnya untuk menjaga persatuan. Menurutnya, Lamteng sebagai wilayah multietnis mempunyai banyak potensi yang harus diperkuat.
“Kita akan agendakan juga dengan DPRD, kedepan supaya bisa diselenggarakan juga festival kebudayaan semua etnis dan budaya yang ada di Lamteng secara bersama-sama dalam satu waktu,” ujarnya.
Sementara Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Lamteng, Ketut Suwendra, menjelaskan, ogoh-ogoh merupakan rangkaian perayaan Nyepi.“Setelah hari ini (kemarin) rangkaian selanjutnya adalah taur keango penyepian, sorenya acara obor,” katanya.
Tak hanya itu, Suwendra juga mengatakan, acara puncak perayaan Nyepi adalah Dharma Shanti yang rencananya akan digelar di Gedung Nuwo Balak dan Sesat Agung Sabtu mendatang. (Adv)















Add Comment