Metro News

DPRD Minta Rolling Pejabat Sesuai Ketentuan, Fermanto : Bupati Klaten Sudah jadi Contoh

www.tabikpun.com, Metro – Ditangkapnya Bupati Klaten Sri Hartini terkait kasus jual beli jabatan dapat menjadi contoh kepala daerah di Provinsi Lampung. Khususnya di Kota Metro, DPRD meminta proses rolling pejabat dapat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku tanpa Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Hati Nurani M.Fermanto, S.E., mengimbau, rolling pejabat dapat sesuai dengan sistem yang ada. Seperti asesment, kemampuan, latar belakang pendidikan, serta azas domisili.

”Bupati Klaten sudah menjadi contoh nyata untuk para kepala daerah. Asesment pun sudah dilaksanakan di Kota Metro, lantik penjabat yang sudah memenuhi unsur kepangkatannya, kemampuan, latar belakang pendidikan, dan prioritaskan pejabat asli Kota Metro. Karena banyak pejabat asli Kota Metro yang punya kemampuan. Jangan impor. Karena yang memahami seperti apa Kota Metro yang warga Metro,” ungkapnya saat ditemui di DPRD Metro, Jumat (30/12).

Anggota Fraksi Demokrat Alizar menambahkan, jika di Kota Metro terjadi hal serupa seperti di Kabupaten Klaten, ia berharap kepada pejabat atau yang mengetahui untuk tidak takut melaporkan perbuatan tersebut. Sehingga dapat mencegah terjadinya KKN di Kota Metro yang dapat berimbas luas terhadap kemanjuan Bumi Sai Wawai.

”Jika ada yang mengetahui suap jabatan terjadi di Kota Metro laporkan. Jangan takut. Karena imbasnya luas jika hal itu sampai terjadi. Contohnya, jika pejabat itu sudah membeli jabatan yang akan ia duduki, bukan tidak mungkin dia punya pemikiran untuk mengembalikan uangnya dengan cara yang tidak benar. Nah kalau sudah seperti itu mikirnya, mana mungkin lagi dia memikirkan masyarakat,” tutupnya.

Dilansir dari detiknews.com, Bupati Klaten Sri Hartini dan sejumlah pihak ditangkap KPK terkait dengan kasus suap. PDI Perjuangan, yang merupakan partai pengusung Sri, pun dengan tegas memecatnya.

Jubir KPK Febri Diansyah ketika dimintai konfirmasi mengatakan, selain Bupati Klaten, ada sejumlah pihak yang ditangkap. Diduga OTT ini dilakukan terkait dengan praktik suap-menyuap. Belum diketahui terkait dengan apa suap-menyuap tersebut.(ga)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: