Bandar Lampung News

DPRD Provinsi Segera Bentuk Pokja Kawal Persoalan Pupuk

Ketua Komisi II DPRD Lampung Wahrul Fauzi Silalahi. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Kartu Petani Berjaya (KPB) yang jadi kebanggaan Gubernur Lampung Arinal Djunaidi masih menuai kritik karena dianggap tumpang-tindih dengan Kartu Petani program Kementerian Pertanian.

Kritikan itu dilayangkan Ketua Komisi IV DPR RI Sudin pada RDP dengan Kementan, sekitar dua pekan lalu.

Selain itu, setelah setahun lebih, alih-alih bisa membantu petani dalam upaya peningkatan produktivitas pertaniannya, petani malah mengeluhkan harga dan kelangkaan pupuk saat ini.

Sementara Wahrul Fauzi Silalahi, Ketua Komisi II DPRD Lampung yang juga mantan aktivis hukum dan keadilan, melihat bukan persoalan tumpang tindih program, tapi ada mafia pupuk yang masih bermain.

“Tidak ada yang tumpang tindih, semua berjalan baik kok, tinggal mafia-mafia pupuk ini yang harus kita tangkap sama-sama karena  merusak perjuangan kaum tani,” ujar mantan direktur LBH Bandarlampung itu.

Menurut Wahrul, dari segi konsep dan semangat, Kartu Petani Berjaya tidak ada masalah. “Sudah bagus adanya keberpihakan terhadap petani,” kata kader Nasdem ini. ”Tinggal, bagaimama memperkuat implememtasinya,” tandasnya dilansir dari RMOLLampung, Sabtu (6/2/2021).

Tentang adanya kritik soal tumpang tindih Kartu Petani Berjaya dengan Kartu Petani, Wahrul mengatakan silahkan saja.

“Iya silahkan saja itu kan pandangan DPR RI (Sudin) secara personal sah-sah saja namanya politik,” katanya.

Menurut Wahrul, rencana secepatnya Komisi II DPRD Lampung akan bentuk program kerja (Pokja) untuk fokus dan konsisten kawal pupuk ini. (Red)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: