Metro – DPC Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) mengirimkan puluhan anggotanya menghadiri rembuk nasional aktivis 98 di Jakarta, Jumat (6/7/2018). Berkumpul di Halaman Masjid Taqwa, puluhan anggota Pospera bertolak menuju JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat menggunakan dua bus berkapasitas 50 orang.
Ketua DPC Pospera Kota Metro Isa Ansori menerangkan, keberangkatan itu untuk menghadiri rembuk nasional gerakan intoleran dan radikalisme. Dimana hasil rembuk tersebut akan diserahkan kepada Presiden RI, salah satu poin pada rembuk tersebut akan menjadikan hari pertemuan tersebut sebagai Hari Besar Bhineka Tunggal Ika.
“Presiden, menteri, DPR RI, dan tokoh agama rencananya akan hadir dipertemuan ini. Ada beberapa agenda inti pada pertemuan ini, yaitu rembuk nasional dan orasi kebangsaan aktivis 98, pembacaan hasil rembuk nasional dan deklarasi garda bhineka tunggal ika, terakhir orasi kebangsaan Presiden RI Joko Widodo dan Penetapan Hari Bhineka Tunggal Ika,” jelasnya saat ditemui di Halaman Masjid Taqwa, Jumat (6/7/2018).
Ia menjelaskan, Aktivis 98 adalah generasi aktivis yang menumbangkan rezim orde baru, rezim yang sarat dengan KKN, pelanggaran HAM, otoriter dan monopoli. Aktivis 98 berkumpul untuk menegaskan kembali cita-cita reformasi yaitu membangun demokrasi sebagai sistem yang memberi kesetaraan dan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa di segala bidang dari Sabang sampai Merauke, dari Mianggas hingga Rote tanpa membeda bedakan SARA.
”Rembuk adalah media menyatukan pandangan dan sikap bersama seluruh aktivis 98. Dalam rembuk juga akan dideklarasikan tanggal 7 Juli sebagai HARI BHINNEKA TUNGGAL IKA yang kelak akan menjadi tanggal yang akan terus diperingati sebagai prinsip negara yang menghormati keberagaman dan perbedaan dalam satu bingkai NKRI,” paparnya.
Ia menambahkan, peserta rembuk nasional ini adalah utusan-utusan aktivis 98 dari berbagai daerah. Semua anak bangsa boleh hadir, apapun suku, etnis dan agama nya, tentunya mereka yang setuju terhadap BHINNEKA TUNGGAL IKA dan menolak segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan terorisme.
”Yang akan menghadiri rembuk berasal dari seluruh provinsi. Diperkirakan rembuk akan dihadiri tidak kurang dari 50.000 orang,” tukasnya. (Ga)















Add Comment