Metro – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Metro mencatat sebanyak 250 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di seluruh Bumi Sai Wawai terdampak banjir. Jumlah korban banjir tersebut bertambah dari sebelumnya sebanyak 200 KK.
Kepala BPBD Kris Endarto mengatakan, titik banjir terparah berada di Kecamatan Metro Timur, Kecamatan Metro Pusat dan Kecamatan Metro Barat. Namun, kondisi yang paling parah yakni di Kecamatan Metro Pusat tepatnya di Kelurahan Hadimulyo Barat karena langsung berdampak pada masyarakat.
“Kalau yang di Metro Timur itu di depan Pengadilan Negeri, sementara Metro Barat di belakang Rumah Sakit Mardi Waluyo. Namun, yang paling parah tetap di Kelurahan Hadimulyo Barat. Tetapi alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” katanya, Senin (26/2/2018).
Hingga kini BPBD masih bersiaga, dan berencana membuat status darurat bencana bila hingga malam hujan turun kembali.
“Kita lihat nanti malam, apakah masih hujan atau tidak. Kalau masih nanti baru akan kita putuskan apakah ini darurat bencana apa bukan,” paparnya.
Untuk bantuan, BPBD juga akan memberikan bantuan logistik kepada masyarakat yang terdampak banjir.
“Kalau bantuan berupa logistik bahan makanan. Tadi kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan dan juga Dinas Sosial untuk standby terus,” tandasnya. Hingga kini belum diketahui pasti kerugian material yang dialami masyarakat terdampak banjir di Kota Metro. (Ap)















Add Comment