METRO – Memasuki musim penghujan, Warga di Jalan Tanjung dan Bambu Kuning Kelurahan Hadimulyo Barat Metro Pusat dihantui rasa takut kebanjiran. Pasalnya, pemukiman yang berdekatan dengan saluran irigasi tersebut kerap kali langganan banjir yang dipicu dari luapan saluran irigasi.
Menurut warga, meski mereka sudah berulang kali mengusulkan kepada Pemerintah Kota Metro sejak tahun 2021 lalu untuk perbaikan dan pengerukan, namun hingga habisnya masa jabatan Wahdi – Qomaru 2024, tidak ada realisasi dan solusi.
Diketahui, lokasi tersebut jika diguyur hujan deras, menjadi momok warga sekitaran aliran irigasi. Warga merasa was- was yang dapat memicu merusak perabotan rumah tangga hingga mereka tidak bisa tidur akibat genangan air masuk ke rumah mereka.
Tahun lalu, Andrean (19), warga setempat mengatakan, jika terjadi hujan deras 15 hingga 30 menit, lokasi mereka langganan banjir mencapai ketinggian hingga paha orang dewasa.
“Banjir tahun lalu, ada sekitar belasan rumah lebih yang terkena banjir,” katanya kepada tabikpun.com.
Ia mengutarakan, banjir tersebut terjadi dari tahun ke tahun. Warga berharap kepada Walikota terpilih ke depannya agar lebih memperhatikan daerah-daerah rawan banjir seperti di sini, agar tidak terjadi lagi banjir di daerah-daerah Kota Metro.
Padahal, janji politik Wahdi – Qomaru yang dituangkan dalam 9 program unggulan (Waru), pada point ke 9 bahwa jalan di metro mulus, keluarahan terang benderang, dan bebas banjir. Namun hingga habis masa jabatan pasangan Wahdi- Qomaru persoalan banjir di Hadimulyo Barat Metro pusat belum ada solusi guna mengantisipasi pencegahan banjir.
Lagi- lagi, warga berharap kepada pemkot metro untuk segera tanggap dan menjadi skala prioritas pencegahan bencana yang melanda warga. Mereka menginginkan bukti tapi bukan janji. (Red)















Add Comment