Metro – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Metro mengimbau kepada pemilik usaha untuk tidak memaksakan karyawannya memakai atribut natal terutama karyawan muslim.
“Sebenarnya kan latar belakangnya itu karena untuk identitas. Misalkan, ada orang yang mengucapkan sesuatu sesuai dengan agamanya, namun yang bersangkutan tidak menjawab. Karena memang tidak mengetahui bagaimana menjawabnya sesuai dengan agama seseorang tersebut. Nah, itu kan nanti bisa menjadi peresepsi yang berbeda,” ujar Sekretaris MUI Kota Metro, Nasriyanti Effendi saat di konfirmasi, Jumat (22/12/2017).
Disamping itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk bertoleransi antar umat beragama dengan mempersilahkan untuk beribadah sesuai dengan agama yang dianutnya. “Karena ini natal, jadi kita tidak boleh menghalang-halangi ataupun mengganggu umat nasrani untuk merayakan hari besarnya,” kata Nasriyanto.
Ia juga mengimbau masyarakat Kota Metro turut membantu menjaga dari sisi keamanannya, sehingga ibadah saat Natal pun berjalan lancar.
“Dengan tidak mengganggu saudara kita beribadah itu termasuk bentuk toleransi. Misalkan, saat ada kebaktian di suatu gereja, itu kan pasti ramai. Nah, kita bisa melewati jalan alternatif lain, kalaupun memang kita melewati gereja tersebut, kita jangan membunyikan terompet ataupun klakson, agar ibadah saudara kita berjalan lancar,” tandasnya. (Ap)















Add Comment