METRO – Kedua orang tua Eko Yuli Irawan merasa bangga atas prestasi anaknya yang meraih medali perak di ajang Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang angkat besi kelas 61 kilogram.
“Sempat khawatir sebenarnya. Karena Eko sempat sakit pas persiapan kemarin. Nah, sehari sebelum tanding kemarin telepon, minta doa dan dukungan,” terang Wastiah, ibu Eko saat diwawancarai Tabikpun.com di rumahnya di Tejoagung, Metro Timur, Selasa (27/07/2021).
Wastiah menceritakan, awalnya keluarga berharap Eko mendapatkan medali emas sebagai kado ulang tahun Eko yang bertepatan sehari sebelum ia tanding. Namun, putra sulungnya tersebut gagal pada angkatan kedua dan ketiga.
“Ya enggak apa-apa, tetap bangga, bangga banget. Cuma pas enggak keangkat kemarin itu, kepala saya langsung pusing hehe. Deg-degan juga pas nonton. Kebetulan saya lagi abis sakit juga, tapi ya bersyukur,” tuturnya.
Ia mengaku, komunikasi terakhir dengan Eko belum mendapat kabar kapan pulang ke Tanah Air. Karena situasi masih pandemi, di mana ada serangkaian tes kesehatan yang wajib dijalani putranya.
“Terakhir ngomong ya itu, ada tes kesehatan apa gitu. Belum tahu kapan pulang kapan. kemarin sempat janji kalau dapat emas beli sapi dua, tapi karena enggak dapat emas, ya enggak penuhi janji juga gak apa,” ungkapnya.
Sementara Saman, ayah Eko menambahkan, sudah dua bulan tidak bertemu.
“Kemarin sempat ke sana pas persiapan. Kalau Wawan (sapaan akrab Eko) udah setahunan enggak pulang ke Lampung. Sebenarnya sudah mau ke sini, cuma karena persiapan sangat ketat ditambah situasi pandemi ini,” ujarnya.
Meski belum sempat bertemu, baik Wastiah dan Saman berpesan serta mendoakan anak pertamanya tersebut tetap dalam keadaan sehat dan lebih semangat, lebih baik lagi dalam meraih prestasi. “Itu saja pesan kami sebagai orang tua,” pungkasnya. (Adi)















Add Comment