News Tulang Bawang

Pelaku Pembuang Bayi Tertangkap, Ini Motifnya

Mayat bayi laki-laki pertama kali ditemukan seorang nelayan, Minggu (26/7/2020), sekira pukul 07.40 WIB, berjarak 200 meter dari Jembatan Cakat, di aliran Sungai Tulang Bawang, Dusun Cakat Raya, Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur. (Nanang)

TULANG BAWANG – Pelaku pembuangan bayi laki-laki berhasil diamankan Tekab 308 Polres Tulang Bawang (Tuba), Minggu (26/07/2020), sekira pukul 13.00 WIB. Kedua pelaku berinisial SB (37) dan SE (24) berstatus suami istri.

Mewakili Kapolres Tuba AKBP Andy Siswantoro, SIK., Kasat Reskrim AKP Sandy Galih Putra, SH., SIK., menerangkan, keduanya merupakan warga Kampung Brabasan, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Mesuji. Mereka diamankan di sebuah rumah kontrakan yang ada di Kampung Penawar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tuba.

“Mayat bayi malang berjenis kelamin laki-laki tersebut, pertama kali ditemukan oleh seorang nelayan, hari Minggu (26/7/2020), sekira pukul 07.40 WIB, berjarak 200 meter dari jembatan cakat, di aliran Sungai Tulang Bawang, Dusun Cakat Raya, Kampung Menggala, Kecamatan Menggala Timur,” bebernya, Senin (27/7/2020).

Kasat Reskrim menambahkan, motif pasangan ini membuang bayi lantaran malu, karena bayi tersebut merupakan akibat SE menjadi korban pemerkosaan majikanya saat menjadi TKW di Malaysia. Sehingga usai SE bersalin, SB langsung membuang bayi tersebut.

“Mulanya pelaku berinisial SE ini bekerja sebagai TKW di Malaysia, Minggu (19/7/2020), pelaku SE tiba di Indonesia karena dipulangkan oleh agensi Citra Unggul Unggul Pulau Pinang, Malaysia sudah dalam keadaan hamil. Rabu (22/07/2020), sekira pukul 17.00 WIB, pelaku SB membawa istrinya SE ke salah satu Rumah Sakit yang ada di Tulang Bawang untuk melakukan persalinan,” bebernya.

Usai persalinan, pada Jumat (24/07/2020), sekira pukul 20.00 WIB, pasutri tersebut keluar dari rumah sakit dan langsung membawa bayi milik mereka menuju arah Menggala. Saat melintas di Jembatan Cakat, pelaku SB yang merupakan suami dari pelaku SE langsung membuang bayi malang tersebut dengan cara melemparkannya dari atas jembatan ke Sungai Tulang Bawang.

“Akibat perbuatannya, pasutri ini dijerat dengan Pasal 80 ayat 4 Jo Pasal 76C Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dipidana dengan pidana penjara paling lama 20 tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 4 Miliar,” tutupnya. (Nanang)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: