Metro News

Pemkot Bersedia Minta Maaf

www.tabikpun.com, Metro – Pemerintah Kota (Pemkot) Metro berjanji untuk meminta maaf atas pernyataan kepada media massa terkait rencana penggusuran Institut Agama Islam (IAI) Agus Salim yang terkesan arogan. Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Walikota Metro Djohan saat berdialog dengan perwakilan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Metro di OR Pemkot Metro, Senin (22/05).

”Saya berjanji akan memfasilitasi permintaan maaf Walikota kepada masyarakat. Saya dan pak wali memimpin Kota Metro sebagus apapun, sebaik apapun tidak akan pernah selesai, tanpa bantuan kalian. Karena itu berikanlah masukan yang terbaik,” ucap Djohan.

Ia menerangkan, pengalaman dua kali menjabat sebagai Wakil Walikota Metro membuatnya mengetahui persis kondisi Bumi Sai Wawai.

”Saya tahu persis di Metro ini kondisinya seperti apa. Kota kecil, tetapi unik, berbeda dengan kabupaten yang lain. Tapi ayo sama-sama kita bekerja dengan baik, semua unsur masyarakat bersama pemerintah,” imbuhnya.

Mengenai tuntutan HMI, ia berjanji untuk melakukan rapat  bersama walikota beserta perangkat satuan kerja dan dan STIT Agus Salim.

“Kami baru satu kali audiensi dengan mereka (IAI Agus Salim). Mereka minta perpanjangan waktu, atau mereka minta ganti rugi. Dan pak wali sudah merintahkan mengkaji kembali hasil audiensi waktu itu,” kata dia.

Dari informasi yang diperoleh, lanjut Djohan, dalam MoU antara kepemimpinan Walikota periode lalu dan IAI Agus Salim tertulis kewajiban membayar sewa IAI Agus Salim kepada Pemkot Metro untuk penggunaan lahan tersebut.

“MoU waktu di zaman pak Lukman tahun 2012. Bahkan ada ketentuan sewa menyewa di MoU itu. Kalau tidak salah MoU itu April 2012 sampai April 2017. Jadi jangka waktunya lima tahun, dan sekarang sudah habis. Blunder karena sekarang MoU ini sudah habis jangka waktunya, begitu kan,” urainya.

Ia memastikan, Pemkot Metro sama sekali belum memutuskan untuk menggusur IAI Agus Salim. Ia pun mengaku jika sampai saat ini Walikota Metro masih berkomitmen menjaga visi misi Kota Metro sebagai kota pendidikan.

“Saya sudah berikan masukan kepada pak wali agar dirapatkan dulu persoalan ini. Nah, besok kami akan rapatkan ini. Jadi ini baru mau dibicarakan. Intinya, belum ada keputusan istilahnya mau digusur. Disini masalah visi, saya akan mempertahankan kok visi Kota Metro sebagai kota pendidikan, kalau ada yang menyimpang tolong diingatkan. Makanya sekali-kali kita ini tukar pikiran. Tidak ada perpecahan kepemimpinan di Kota Metro,” tandasnya.

Menyikapi penjelasan Wakil Walikota Djohan, Ketua HMI Cabang Kota Metro Muhammad Rozhi Fauzi menilai bahwa kepastian terkait penggusuran IAI Agus Salim. Dan komentar akan digusurnya IAI Agus Salim begitu saja terlontar akibat arogansi Walikota.

”Artinya sudah terjawab bahwa belum ada kepastian terkait masalah penggusuran. Terkait isu yang beredar dalam jangka enam bulan itu hanya isu belaka dari gaya premanisme bapak walikota. Kedua terkait masalah perpecahan pimpinan, seperti kita ketahui bersama bawasannya hari ini bapak wakil walikota menyambut kita dengan baik, dan berbanding terbalik dengan bapak walikota. Dengan gaya premanismenya bicara di depan media massa dan dijadikan bahan konsumsi masyarakat umum pak. Timbul pertanyaan, kenapa sosok yang arogansi bisa memimpin Kota Metro,” tutupnya. (ap)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: