TULANG BAWANG BARAT – Pengelolaan BBI Mulya Asri dan Marga Kencana di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kacau balau.
Hasil penelusuran di lapangan, BBI Mulya Asri yang dibangun sejak tahun 2000, mulai berhenti beroperasi sejak tahun 2015. Bangunan yang dibangun menggunakan uang negara itu pun terbengkalai tak terurus.
“Setahu saya tahun 2000, kayaknya pada zaman Gus Dur pembangunan gedung itu. Tapi sudah tiga tahun lebih sudah enggak ada lagi kegiatan,” jelas Dwi warga setempat, Selasa (16/7/2019).
Gedung pembenihan ikan tetsebut, lanjut Dwi, sampai saat ini tidak ada kontribusi buat masyarakat, khususnya warga Kelurahan Mulya Asri. Terakhir ia melihat ada aktivitas, sekitar dua hari yang lalu, saat dua orang menyemprot rumput.
“Kalau malem engggak ada yang nunggu, siang pun jarang terihat ada aktivitas. Padahal gedung ini kan gedung untuk pembibitan ikan, tapi kok enggak ada kegiatannya,” sesalnya.
Sementara di BBI Marga Kencana Kecamatan Tulang Bawang Udik, terlihat berpenghuni, fasilitasnya pun terbilang cukup lengkap. Ternyata BBI Marga Kencana ditunggu oleh satu keluarga yang dikelola oleh Tono selaku kepala keluarga.
Dari keterangan anak Tono, BBI Marga Kencana beroperasi sebagaimana mestinya. Bahkan mampu menjual ikan ke pasar.
“Bapak lagi enggak ada di rumah om, bapak lagi jual ikan lele satu kotak besar di Pasar Panaragan,” kata anak Tono.
Keterangan tersebut memunculkan persepsi miring terkait pengelolaan BBI Marga Kencana. Apakah ikan yang dihasilkan BBI tersebut memang bisa dijual ke pasar untuk keuntungan pribadi. Pasalnya, bibit yang ada di BBI berasal dari pemerintah. (Andika)















Add Comment