www.tabikpun.com, SUKADANA LAMPUNG TIMUR – Dinas Perkebunan dan Kehutanan Lampung Timur (Lamtim) menghimbau para petani tembakau di kabupaten tersebut tidak terpengaruh dengan rencana kenaikan harga rokok.
Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Lamtim, David Ariswandy menjelaskan, tanaman tembakau tersebut dikembangkan di Lamtim sejak tahun 2011 lalu. Kini luas areal tanaman tembakau di wilayah Lamtim saat ini mencapai 580 hektar yang tersebar di 10 kecamatan dengan produktivitas rata-rata 15 ton hektar.
“Tanaman tembakau memang sangat potensial dikembangkan di Lamtim. Untuk Lampung, Lamtim memiliki areal tembakau yang terluas,” jelasnya.
Dilanjutkan, selain mudah dibudidayakan tanaman tersebut juga memberikan keuntungan yang lebih besar dibanding tanaman semusim lainnya. Bagaimana tidak, saat ini daun tembakau basah di tingkat petani seharga Rp3 ribu atau mampu menghasilkan Rp45 juta per hektar. Dengan modal usaha, rata-rata Rp28 juta per hektar maka, pendapatan bersih petani tembakau bisa mencapai Rp17 juta.
Ia menambahkan, rencana harga rokok memang sempat membuat sejumlah petani di Lamtim khawatir berdampak pada penurunan pendapatan petani. Namun, para petani tembakau di kabupaten Lamtim tidak perlu khawatir. Sebab, tembakau dari Lamtim bukan untuk dipasarkan ke pabrik rokok di Indonesia. Tetapi, khusus untuk diekspor ke Malaysia melalui pembeli dari Padang Sumatera Barat.
“Saat ini, permintaan dari Malaysia justru meningkat, melalui pembeli dari sumatera barat,” jelasnya.(ndo)















Add Comment