Metro News

Ratusan Gemerlap Cahaya Hiasi Langit di Kota Metro

METRO – Pemuda RT/RW 10/02, Banjarsari, Metro Utara Lampung menggelar lomba layang-layang se Lampung di Persawahan tepatnya di Perumahan Lempuyang II.

Kegiatan perdana yang ini mengundang antusias para Peserta , terbukti sebanyak 400 Layang-layang yang disematkan lampu, mengudara menghiasi langit di malam minggu. Peserta tidak hanya lokal metro, namun peserta juga banyak dari daerah luar metro seperti dari Pringsewu, Lampung Tengah, hingga Bandarlampung juga hadir berkompetisi.

” Perlombaan ini dilakukan atas rasa rindu pemuda setempat dengan acara semacam ini. Karena seingat saya terakhir ada lomba sebelum korona,” kata ketua panitia pelaksana, Lihin kepada tabikpun.com di area perlombaan, Sabtu (18/9/2021) malam.

Sejumlah peserta lomba layang-layang yang digelar oleh pemuda RW 06 RT 10, Banjarsari, Metro Utara, Sabtu (18/9/2021) malam.

Lihin menjelaskan, persiapan yang dilakukan panitia hanya memakan waktu satu minggu. Pun, batas maksimal peserta sebanyak 400 orang dan biaya pendaftaran dikenakan sebesar Rp.35.000.

“Kita sebarkan lewat brosur dan sosial media untuk memberitahu para pecinta layangan agar daftar. Alhamdulillah, sudah 400 peserta yang mendaftar,” bebernya.

Adapun, total hadiah yang disediakan berjumlah Rp 2,7 juta. “Tentu indikator penilaiannya cukup sederhana, karena siapa yang paling terakhir turun ia yang menang. Kami mewajibkan bagi para peserta juga untuk memasang minimal 3 lampu pada layangannya,” terang Lihin.

Wawan (35) salah satu peserta asal Kuntoro, Lampung Tengah, mengaku senang dengan adanya lomba tersebut. Pasalnya, ia akan melihat kembali keindahan layang-layang dengan jumlah yang banyak di malam hari.

“Seneng saya, Mas, dengan adanya lomba layang-layang ini, rindu soalnya,” ujarnya.

Serupa, Wawan warga tuan rumah, optimis akan memenangkan perlombaan tersebut. “Lampu, batu koin, dan lainnya sudah saya persiapkan dengan matang. Saya, sih, optimis menang,” ucapnya.

Suasan di lokasi lomba dipadati peserta, penonton serta pedagang kaki lima dadakan. ( Red)

Dari pantauan di lokasi Lomba, antusiasme tidak hanya dirasakan para peserta lomba, namun juga para penoton. Ratusan penonton memadati lokasi lomba guna menyaksikan perlombaan. Bahkan, disekitar lokasi dipadati pedagang kaki lima dadakan. Juga jalan lingkungan menjadi macet akibat dipadati para penonton dan mobil parkir para peserta.

( Adi Herlambang)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: