Advertorial Pringsewu

Realisasi Pembangunan DD Pekon Waringinsari Timur Masuk Tahap Pengerjaan

Salah satu realisasi anggaran DD yang tengah memasuki tahap pengerjaan. (Nanang)

Pringsewu – Realisasi pembangunan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN 2018 tahap pertama sebesar 20%  dan 40 % tahap kedua Pekon Waringinsari Timur Kecamatan Adiluwih kabupaten Pringsewu memasuki tahap pengerjaan.

Pekon Waringinsari timur dengan jumlah kepala keluarga (KK) 1.392 dengan 5.075 penduduk dengan berpenghasilan mayoritas petani, baik petani perkebunan maupun petani persawahan sangat memerlukan infrastruktur yang memadai agar mobilisasi masyarakat lancar dalam penunjangan perekonomian.

Melihat kebutuhan tersebut, pada realisasi penyerapan DD Pekon Waringinsari Timur akan membangun drainase di lingkungan pasar, Dusun 2 dan Dusun 4 yang sangat prioritas dimana dilingkungan pasar bila hujan air selalu menggenang.

Kepala Pekon Waringinsari Timur  Ali Mustofa mengaku, ADD memberikan banyak manfaat kepada masyarakat setempat. Sehingga perekonomian dan pertanian dapat lebih maju dan sejahtera.

“Saya mewakili masyarakat Pekon Waringinsari Timur mengucapkan ribuan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Pringsewu serta Pemerintah Pusat atas dikucurkannya anggaran Dana Desa . Sehingga pembangunan infrastruktur di pekon kami tercapai,” ujarnya, Kamis (19/7/2018)

Selain itu, desa juga punya kesempatan untuk mengembangkan ekonomi masyarakat, melalui pelatihan dan pemasaran kerajinan masyarakat, pengembangan usaha peternakan dan perikanan, dan pengembangan kawasan wisata melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa).

 

“Seperti Undang-Undang Desa telah menempatkan desa sebagai ujung tombak pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Desa diberikan kewenangan dan sumber dana yang memadai agar dapat mengelola potensi yang dimilikinya guna meningkatkan ekonomi dan kesejahtaraan masyarakat setiap tahun,” ucapnya.

Menurutnya, kunci sukses untuk mensejahterakan masyarakat dalam membangun desa adalah kuatnya sentuhan inisiasi, inovasi, kreasi dan kerjasama antara aparat desa dengan masyarakat dalam mewujudkan apa yang menjadi cita-cita bersama. ”Pembangunan desa tidak mungkin bisa dilakukan aparat desa sendiri, tapi butuh dukungan, prakarsa, dan peran aktif dari masyarakat,” tutupnya. (Adv)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: