Lampung Utara News

Way Rarem Meluap, Puluhan Rumah di Lampura Terendam Air

Akibat luapan Bendungan Way Rarem, puluhan rumah di Kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan, Lampung Utara, terendah air dengan ketinggian sekitar satu meter. (Adi/Yono)

LAMPUNG UTARA – Luapan Bendungan Wayrarem merendam perumahan bantaran sungai di Kecamatan Kotabumi dan Kotabumi Selatan, Lampung Utara (Lampura). Kondisi tersebut terjadi sejak Rabu hingga Kamis 22 Desember 2022, hingga memaksa warga untuk mengungsi.

Pantauan tabikpun.com, banjir melanda perumahan Rawakarya, Kelurahan Kotaalam, Kotabumi Selatan, dan Muarajaya, Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi. Luapan air sungai merendam perumahan dengan ketinggian sekitar satu meter, seiring tingginya kenaikan banjir dari Bendungan Wayrarem.

Warga Rawakarya, Kelurahan Kotaalam, terdampak banjir paling parah. Sedikitnya 30 rumah bersama perabotan dan harta benda terendam. Titik air naik sejak pagi hingga siang, sehingga memaksa sebagian warga mengungsi ke rumah kerabat. Sebagian warga menghindari banjir dengan naik ke atap.

Heru, salah satu korban banjir mengaku banjir sudah terjadi selama dua hari. Pada Rabu, air sudah setinggi lutut orang dewasa. Pada Kamis dini hari, air pun semakin tinggi hingga warga harus mengungsi.

Kepala BPBD Lampura Nozi Efialis membenarkan puluhan rumah terendam banjir akibat kenaikan arus sungai dibeberapa titik sejak Rabu hingga Kamis siang. Banjir terpicu lonjakan debit air Bendungan Wayrarem, hingga mendesak masuk Sungai Sesah, akhirnya meluap ke permukiman.

“Rawakarya dan Jalan Pandawa merupakan kawasan langganan banjir selama belasan tahun karena lokasinya di dataran rendah. Total 49 rumah terendam, masing-masing Rawakarya 39 rumah dan Jalan Pandawa 10 rumah. Petugas BPBD juga turun ke lokasi membantu evakuasi  warga bersama harta bendanya,” ungkapnya.

Pantauan di lokasi, Wakil Bupati Lampura Ardian Saputra bersama Forkopimda meninjau banjir di Rawakarya, Kotaalam. Wabup memastikan korban banjir sudah dievakuasi dan mendapatkan pelayanan kesehatan. Dinas PUPR Lampura juga sudah diinstruksikan untuk naturalisasi sungai.

“Dinas baru mempersiapkan pelaksanaan program, tiba-tiba dilanda banjir lagi,” tutupnya. (Ad/Yono)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: