LAMPUNG UTARA – Keluarga Rantika Anggreini tak menyangka, remaja usia 15 tahun itu bakal meregang nyawa dengan sadis ditangan seseorang yang baru dikenalnya. Dua bulan menghilang izin pergi bekerja, Rantika ditemukan terkubur di perkebunan tebu Areal 06 PTPN VII Desa Negara Tulangbawang Kecamatan Bunga Mayang Lampung Utara (Lampura).
Fakta mencengangkan pun terungkap dari pengakuan pelaku yang diketahui bernama Wagiran warga Dusun Purwodadi, Desa Gedung Ketapang, Sungkai Selatan, Lampura terkait motif dibunuhnya Rantika. Ternyata dihabisinya Rantika dengan kejam tak lain hanya karena sakit hati pelaku yang ditolak cintanya oleh korban.

Wagiran yang kini sudah diamankan Polres Lampura mengaku sakit hati terhadap korban yang telah berulang kali menolak cintanya. Sakit hati pelaku makin menjadi ketika penolakan korban disertai hinaan terhadap fisik pelaku.
”Pertamanya saya bawa keliling dulu, diperjalanan saya katakan ke dia kalau saya suka, tiga kali mengatakan suka sama dia tapi ditolak. Dia bilang kalau saya ini jelek dan hitam,” aku tersangka.
Karena sakit hati atas ucapan korban, Wagiran pun membawa ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) lalu mencekik dan memperkosa korban. ”Setelah saya perkosa saya cekik lagi, dan mayatnya saya gendong lalu dikubur di perkebunan. Saya menggali tanah menggunakan kayu dan saya lari ke Lampung Timur,” jelasnya.
Kapolsek Sungkai Selatan, AKP Yaya Karyadi menerangka, jika pihaknya mencokok tersangka ditempat pelariannya Kecamatan Lambuhan Maringgai, Lampung Timur.
“Penangkapan tersangka berkat kerjasama dengan Kepala Desa dan masyarakat, korban dilaporkan di Polsek sejak 30 September 2018 lalu. Terdapat ada hal tindak pidana, kami fokus dan mengungkap hal tersebut serta menangkap tersangka,” ulas Kapolsek.
Ia menambahkan, dari pengakuan tersangka pembunuhan itu dilakukanya seorang diri. ”Ini masih kita dalami, tersangka telah mengakui perbuatannya dikarenakan sakit hati kepada korban karena cintanya ditolak,” tutupnya. (Adi)















Add Comment