LAMPUNG UTARA – Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Lampung Utara (Lampura), mempublikasikan hasil guncangan gempa bumi dengan kekuatan 4.4 SR dengan kedalaman 181 KM tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 KM barat daya. BMKG meminta masyarakat untuk waspada.
PMG Penyeliah Lili Somali membenarkan pristiwa gempa bumi yang terjadi di Lampura. Terjadi sekitar pukul 06.16 WIB, Senin 21 Januari 2019.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 06:16:05 WIB dengan kekuatan M=4.4 (4,4 SR) dengan koordinat episenter 4.90 LS dan 104.70 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km Barat Daya LAMPUNG UTARA, Lampung pada kedalaman 181 km,” ujarnya saya di Kantor BMKG.
Ia menjelaskan, penyebab gempa bumi yang terjadi di Lampura tersebut dikarenakan adanya subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia dan terjadi deformasi batuan hingga memicu terjadinya gempa.
” Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempa bumi ini merupakan gempabumi kedalaman menengah. Kalau pun ada gempa susulan tidak sebesar ini kalo emang ini gempa utama,” kata Lili.
Hingga saat ini belum adanya laporan dari masyarakat yang terdampak gempa. Potensi gempa bumi ini tidak mengakibatkan tsunami. “BMKG selalu monitoring, dan memantau perkembangan selanjutnya,” tutupnya. (Adi)
Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Lampung Utara (Lampura) mempublikasikan hasil guncangan gempa bumi dengan kekuatan 4.4 SR dengan kedalaman 181 KM, tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 KM barat daya. BMKG meminta masyarakat waspada.PMG Penyeliah Lili Somali membenarkan pristiwa gempa bumi yang terjadi di Lampura. Terjadi sekitar pukul 06.16 WIB, Senin 21 Januari 2019.
“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi terjadi pada pukul 06:16:05 WIB dengan kekuatan M=4.4 (4,4 SR) dengan koordinat episenter 4.90 LS dan 104.70 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 11 km BaratDaya LAMPUNG UTARA, Lampung pada kedalaman 181 km,” ujarnya saya di Kantor BMKG.
Ia menjelaskan, penyebab gempa bumi yang terjadi di Lampura tersebut dikarenakan adanya subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia dan terjadi deformasi batuan hingga memicu terjadinya gempa.
“Ditinjau dari kedalaman hiposenternya, tampak bahwa gempabumi ini merupakan gempabumi kedalaman menengah. Kalau pun ada gempa susulan tidak sebesar ini kalo emang ini gempa utama,” kata Lili.
Hingga saat ini belum adanya laporan dari masyarakat yang terdampak gempa. Potensi gempa bumi ini tidak mengakibatkan tsunami. “BMKG selalu monitoring, dan memantau perkembangan selanjutnya,” tutupnya. (Adi)
Menyukai ini:
Suka Memuat...
Add Comment