Metro News

Alasan Sibuk, Sekretaris Tolak Dikonfirmasi Setelah Ditunggu Berjam-jam

Pintu ruangan Kepala Disdikbud tertutup rapat saat akan dikonfirmasi awak media. (Arby Pratama)

Metro – Tampaknya sibuk menjadi alasan klasik Aparatur Sipil Negera (ASN) di Bumi Sai Wawai menolak memberikan informasi kepada awak media. Seperti yang dilakukan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) mewakili Kepala Disdikbud menolak memberikan keterangan terkait sertifikasi guru, Jumat (8/12/2017).

Tabikpun.com, tiba di Disdikbud dan mulai menunggu giliran bertemu kepala dinas sekitar pukul 08.30 WIB untuk mengklarifikasi belum cairnya sertifikasi dan insentif para guru. Pasalnya Kepala Dinas tengah mendapat kunjungan rombongan dari Kejaksaan Agung didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Metro.

Setelah kunjungan berakhir, staf dinas setempat pun bergantian menghadap kepala dinas hingga tiba giliran tabikpun.com masuk pada pukul 10.45 WIB. Namun niat bertemu Ir. Ria Andari, M.Pd selaku kepala dinas gagal lantaran diserobot Sekretaris Disdikbud Dewi Alina, S.E, M.M., yang tanpa sebab mengeluarkan ekspresi tidak suka dan langsung masuk ke ruangan kadis.

Parahnya, setelah Sekretaris Disdikbud keluar dari ruangan Kadis menahan tabikpun.com masuk dengan nada marah.”Nanti dulu ya, masih banyak kerjaan, kamu lihat ini (menunjukkan kertas),” ucapnya sambil menutup pintu ruang Kepala Dinas.

Terpisah Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Metro Nasriyanto menyayangkan terjadinya hal tersebut. Menurutnya, hubungan antara media dan instansi harus berjalan dengan baik agar dapat bersama-sama membangun Bumi Sai Wawai.

”Komunikasi harus berjalan baik. Jangan sebaliknya. Bisa ada kesenjangan dan menimbulkan persoalan atau pertanyaan baru jika seperti itu. Apa susahnya memberikan informasi seputar sertifikasi. Jika tidak memang sibuk kan bisa memanggil staf yang menanganinya untuk memberikan informasi,” imbunya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (8/12/2017).

Diketahui, sertifikasi guru SD dan SMP di Kota Metro belum cair dari Juli hingga Desember. Pun insentif para guru belum juga dibayarkan. (Ap)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: