Lampung Utara – Asisten I Bidang Pemerintahan Provinsi Lampung Heri Suliyanto pesimis dengan rencana usaha mandiri Desa monomarto yang rencananya akan mendirikan usaha mandiri air minum kemasan. Hal tersebut diutarakanya saat melakukan kunjungannya dalam rangka penilaian lomba Desa se-Provinsi, Rabu 8 Agustus 2018.
Heri Suliyanto menerangkan, dua Kabupaten Tulang bawang dan Tanggamus menjadi tolak ukurnya saat melakukan hal sama apa yang akan di rencanakan Desa Monomarto. ”Soalnya saya pernah menijau secara langsung ke pabriknya, biaya yang harus dikeluarkan itu cukup tinggi, itu yang salah satu membuat kabupaten lain gulung tikar,” katanya.
Ia menyarankan, agar Kepala Desa mengkaji ulang rencana yang sudah mendapatkan kerjasama dengan Perusahaan dari Negara Malaysia itu. Ia meminta agar ada alternatif lain dibandingkan harus membuka usaha air mineral tersebut.
”Biasanya Malaysia hanya membantu awalnya saja. Semua tergantung pada diri kita, untuk kemajuan usah itu,” ungkapnya.
Sementara Kepala Desa Monomarto Waskito optimis dan membantah keraguan yang diucapkan oleh Asisten I. Dirinya menargetkan 2019 rencana tersebut akan terealisasi sesuai apa yang sudah direncanakan bersama.
”Kami satu niat dan tetap akan jalankan usaha itu, untuk kesejatraan Lampung,” pungkasnya. (Adi)














Add Comment