LAMPUNG UTARA – Sulastri dengan wajah sedih menghampiri Pos Tugu Lalu Lintas yang tengah melaksanakan razia kendaraan di Pos Payan Mas Kotabumi, Lampung Utara. Bukan karena ditilang, tetapi kedatangan warga Kembang Tanjung, Abung Selatan, Lampung Utara itu melaporkan jika baru saja menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus gendam (Hipnotis).
Dijelaskan, awalnya ia berencana berobat ke RSU Ryacudu Kotabumi namun saat duduk di ruang tunggu mengantri untuk berobat dia dihampiri seorang pria. Lalu, orang tersebut mengajak dirinya untuk keluar dari ruang tunggu dan berbincang dipinggir jalan.
“Saya rencananya hari ini berobat di Rumah Sakit Umum Ryacudu. Orang itu tanya saya mau kemana, saya jawab mau berobat,” jelas pedagang RM Taruko II ini.
Saat itulah pelaku memberikan sebuah barang yang menurutnya merupakan ajimat untuk kesebuhan penyakit yang diderita korban. “Kalau ibu percaya sama saya pegang ini (barang semacam ajimat) lalu ibu titipkan barang-barang ibu (kalung, cincin, handphone) ke saya. Dan ibu tolong beli air mineral,” ucap Sulastri menirukan perkataan pelaku.
“Saya pun menuruti apa yang dia minta, saya berikan semua barang-barang saya. Kalung emas seberat 15 gram, cincin 6,7 gram, satu unit handphone dan uang tunai Rp 50 ribu, raib dibawa pelaku,” kata.
Beberapa saat setelah kembali dari membeli air mineral dan duduk ditempat semula, dirinya pun tersadar jika pria tersebut sudah tidak ada lagi. “Setelah saya kembali dari beli air mineral, saya sadar dan tidak melihat lagi orang itu. Saya tanya ke orang-orang yang ada disitu, mereka bilang tidak tahu,” jelas Sulastri seraya pergi bersama anggota Polantas untuk melapor ke Mapolres. (Adi)
LAMPUNG UTARA – Sulastri dengan wajah sedih menghampiri Pos Tugu Lalu Lintas yang tengah melaksanakan razia kendaraan di Pos Payan Mas Kotabumi, Lampung Utara. Bukan karena ditilang, tetapi kedatangan warga Kembang Tanjung, Abung Selatan, Lampung Utara itu melaporkan jika baru saja menjadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus gendam (Hipnotis).
Dijelaskan, awalnya ia berencana berobat ke RSU Ryacudu Kotabumi namun saat duduk di ruang tunggu mengantri untuk berobat dia dihampiri seorang pria. Lalu, orang tersebut mengajak dirinya untuk keluar dari ruang tunggu dan berbincang dipinggir jalan.
“Saya rencananya hari ini berobat di Rumah Sakit Umum Ryacudu. Orang itu tanya saya mau kemana, saya jawab mau berobat,” jelas pedagang RM Taruko II ini.
Saat itulah pelaku memberikan sebuah barang yang menurutnya merupakan ajimat untuk kesebuhan penyakit yang diderita korban. “Kalau ibu percaya sama saya pegang ini (barang semacam ajimat) lalu ibu titipkan barang-barang ibu (kalung, cincin, handphone) ke saya. Dan ibu tolong beli air mineral,” ucap Sulastri menirukan perkataan pelaku.
“Saya pun menuruti apa yang dia minta, saya berikan semua barang-barang saya. Kalung emas seberat 15 gram, cincin 6,7 gram, satu unit handphone dan uang tunai Rp 50 ribu, raib dibawa pelaku,” kata.
Beberapa saat setelah kembali dari membeli air mineral dan duduk ditempat semula, dirinya pun tersadar jika pria tersebut sudah tidak ada lagi. “Setelah saya kembali dari beli air mineral, saya sadar dan tidak melihat lagi orang itu. Saya tanya ke orang-orang yang ada disitu, mereka bilang tidak tahu,” jelas Sulastri seraya pergi bersama anggota Polantas untuk melapor ke Mapolres. (Adi)
Menyukai ini:
Suka Memuat...
Add Comment