www.tabikpun.com, Metro – Pasca Hari Raya Idul Fitri, Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Metro melakukan penertiban parkir liar dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jalan Imam Bonjol Metro Pusat dengan menggunakan Tali Tambang, Selasa (04/07).
Penertiban menggunakan tali tambang tersebut terpaksa dilakukan Satpol PP lantaran kerap terjadi kesemrawutan arus lalu lintas yang diduga akibat kurang baiknya penataan parkir dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di jalan tersebut.
Kasat Pol PP Kota Metro Imron melalui Kepala Bidang (Kabid) Trantibum Jose Sarmento mengatakan, pemasangan tali tambang yang saling dikaitkan sepanjang 157 meter di dua sisi jalan merupakan salah satu upaya dalam meminimalisir pelanggaran yang berakibat pada ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Lalin). Diharapkan dapat mengurai ketersendatan arus lalulintas terutama di jam-jam sibuk.
“Mulai hari ini kita mendapat perintah dari pimpinan, setelah pasca puasa dan lebaran kami kembali melakukan penertiban. Terutama daerah-daerah yang tadinya banyak pedagang kaki lima dan parkir liar di jalan-jalan protokol. Pemasangan tali itu karena kami berupaya saja, sehingga tidak menimbulkan kemacetan. Walaupun sudah dijaga anggota Satpol PP, tetap saja belum maksimal mengantisipasi kemacetan. Mengingat kami juga kekurangan personil,” terangnya.
Menurutnya, dinas terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub) juga dapat berkontribusi aktif dalam melakukan penertiban khususnya Parkir liar yang semakin marak di Bumi Sai Wawai. Sehingga Perda nomor 5 tahun 2010 tentang ketertiban dan keindahan Kota Metro bisa terwujud.
“Titik rawan parkir liar dan PKL itu ada di Jalan Imam Bonjol, jalan protokol Rumah Sakit Mardiwaluyo, RSUA Yani dan Taman Merdeka. Dititik-tiitk itu akan mulai ditertibkan. Juga kembali menempatkan personil di titik-titik yang rawan PKL. Kami juga mohon kepada masyarakat untuk membantu kami dalam menjaga ketenteraman dan ketertiban di Kota Metro,” tandasnya.
Kinerja para penegak perda di Bumi Sai Wawai mendapat apresiasi dari para pengendara motor, seperti diutarakan Eko yang kerap merasakan kepadatan lalulintas di Jalan Imam Bonjol. Ia pun berharap Satpol PP dapat menerapkan hal serupa pada setiap jalan yang mulai banyak parkir liar yang menghambat lalulintas.
“Baguslah akhirnya balik lagi di tertibin, inget zaman pak Lukman dulu masih lancar jalan lewat sini, sekarang dah susah. Orang parkir, dagang sama bongkar muat sembarangan, apalagi saya kalo pagi gini nganter anak sekolah suka telat. Kalau lewat depan polres kan muter. Semoga bukan ini saja yang ditertibin dan di jagain, kalau bisa semuanya,” tutupnya. (Ap)













Add Comment