www.tabikpun.com, Metro Lampung – Anggota DPRD daerah pilih (dapil) 1 Kecamatan Metro Pusat mengaku kecewa dengan absennya empat lurah dalam reses yang digelar di Kelurahan Metro, Selasa (11/10). Reses pun hanya dihadiri Camat Metro Pusat, Lurah Metro, Rt, Rw, dan masyarakat.
Kekecewaan itu disampaikan oleh politisi asal Partai Demokrat Suwarsono. Menurutnya kehadiran lurah pada reses sangatlah penting. Karena lurah yang mengetahui secara umum bahkan rinci kondisi infratruktur, ekonomi, dan sosial wilayahnya.
”Nah, ini malah tidak hadir. Keterangan dari camat kalau mereka rapat dengan walikota. Lah, kenapa di dapil lain lurahnya datang semua?. Atau mungkin walikota hanya rapat dengan empat lurah itu saja. Padahal beberapa hari sebelum menggelar reses, kami itu sudah mengirimkan undangan. Setahun hanya sekali lo reses ini. Hadir sebentar saja tidak bisa,” sesalnya saat dikonfirmasi di DPRD Kota Metro, Rabu (12/10)
Absenya keempat lurah itu, sambung dia, bisa berdampak tidak sampaikan aspirasi masyarakat kepada DPRD. Ditambah Rt dan Rw yang hadir pun tidak dapat mewakili seluruh wilayah yang ada di Kecamatan Metro Pusat. Dimana Kecamatan Metro Pusat terdiri dari lima kelurahan, Kelurahan Metro, Imopuro, Hadimulyo Barat, Hadimulyo Timur, dan Yosomulyo.
”Rt, Rw datang. Tetapi kan bukan dari seluruh wilayah. Jadi bagaimana bisa tersampaikan pada kami apa usulan dan masukan warga secara utuh. Kami tidak main-main, usulan yang kami dapat pada reses ini akan kami perjuangkan,” tegas Suwarsono yang juga menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat .
Ia menambahkan, pada sesi tanya jawab sebagian besar aspirasi yang disampaikan masyarakat terkait infrastruktur jalan, lampu penerangan, dan terkait kumuhnya pasar induk di Kota Metro.
“Kebanyakan masukan masyarakat itu soal pembangunan jalan. Hal itu yang akan kami dorong masuk di APBD 2017. Kemudian soal kumuh dan penataan pasar yang ada di Kecamatan Metro Pusat ini jadi perhatian kami. Nanti kita bahas dengan dinas terkait,” tutupnya.(ga)















Add Comment