Lampung Utara – Akibat menghindari kendaraan colt diesel, Fuso bermuatan sekitar 25 ton semen mengalami patah as roda belakang. Mengakibatkan mobil melintang di tengah jalan dan membuat kemacetan sepanjang 4 kilo meter di Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, tepatnya di Km 133 – 134, Desa Bumi Mandiri, Abung Barat, Senin (9/4/2018).
Peristiwa tersebut dibenarkan Kapolsek Abung Barat, Iptu Elvis Yani, dirinya menjelaskan Kemacetan terjadi karena adanya Fuso, yang mengalami patah as. Kendaraan tersebut melintang di tengah jalan.
”Inilah yang menyebabkan kendaraan truk, fuso, dan bus tidak bisa lewat, menimbulkan antrean panjang,” jelas dia.
Ia menerangkan, kendaraan yang dikemudikan Yohanes Iwan Sugiyanto (34) warga Kecamatan Punggur, Lampung Tengah dari arah Kotabumi menuju Bukit Kemuning. Setibanya di KM 133-134, Fuso berplat A 9045 A bermuatan sekitar 25 ton aspal hotmix ini berusaha menghindari colt diesel di depannya.
”Supir langsung banting setir ke kiri jalan. Nahas, ketika akan kembali ke bahu jalan, as roda belakang kendaraan patah, mengakibatkan kendaraan melintang di tengah jalan. Akibatnya kendaraan dari arah Bukitkemuning dan Kotabumi macet sepanjang 4 kilometer,” katanya.
Tidak ada korban luka maupun meninggal atas kejadian tersebut.Pihaknya sudah mengantisipasi kendaraan besar dengan parkir sementara di rumah Minang Saiyo untuk kendaraan yang dari arah Kotabumi. Sedangkan kendaraan yang dari arah Bukit Kemuning, diparkirkan sementara di rumah makan di Bukit Kemuning.
Kemacetan terjadi sekitar 4 jam. Evakuasi fuso menggunakan backhoe. Kendaraan di dorong melalui ban kiri belakang untuk dipinggirkan ke bahu jalan. Setelah itu, kendaraan lainnya baru bisa melintas, setelah mobil itu dipinggirkan.
Akibat kemacetan yang terjadi di jalan lintas tengah Sumatera, Lampung Utara, sejumlah sopir truk menghabiskan waktunya sekadar dengan bercengkrama, maupun merokok. “Saya merokok dulu abis mobil belum bisa jalan,” kata Supri, salah satu sopir truk, Senin (9/4/2018).
Menurutnya, kemacetan sudah terjadi sejak pukul 08.00 WIB. Kemacetan diakibatkan mobil fuso yang patah as, dengan posisi melintang di tengah jalan. “Mobil gak bisa lewat, masih nunggu di evakuasi mobil yang patah as,” katanya.
Ia mengatakan memang pada lokasi tersebut, kondisi jalan berlubang dengan kedalaman sekitar 10 cm. Truk atau fuso ketika lewat, harus berhati-hati, sebab jika tidak akan terguling atau bahkan patah as roda.
“Kalau muatan penuh memang riskan lewat sini, jalannya lubangnya dalam-dalam,” bebernya seraya berharap dapat diperbaiki secara permanen, bukan hanya tambal sulam selama ini.
Menurut pantauan di lapangan banyaknya lubang di Jalinteng Sumatera jumlahnya berkisar 15 lubang. Kedalaman lubang bervariasi antara 10 hingga 20 cm. Bahkan, kondisi jalan juga bergelombang, yang harus diwaspadai oleh pengemudi mobil atau pengendara motor. Kondisi berlubang sudah sejak 2 bulan terakhir.
Di Jalinteng Sumatera Lampung Utara, tepatnya di Kotabumi, kondisi aspal di kupas seperti akan di tambal sulam. Kondisi ini tentu berbahaya bagi pengendara motor, karena lubang akibat pengelupasan dalamnya sekitar 7 cm. Terlebih ketika hujan, akan tergenang air. Kondisi ini menyulitkan pengendara motor untuk melintas dijalan tersebut. (Adi)














Add Comment