Feature Way Kanan Wisata

Gedung Batin, Harta Karun Wisata Di Way Kanan Lampung

LAMPUNG– Way kanan, merupakan salahsatu Kabupaten yang terletak di Provinsi Lampung dengan ibu Kota Blambangan Umpu.   Kabupaten yang dibentuk pada tahun 1999 ini, menyimpan segudang destinasi wisata baik keindahan alamnya seperti Curup (air terjun) putri malu, Curup Gangsa dan Curup kereta serta masih banyak lagi yang belum tereksplorasi.

Wisata Gedung Batin misalnya, Wisata yang terletak Di Kampung Gunung Batin, Kecamatan Negeri Agung ini, diam diam meyimpan sejumlah tempat yang eksotis tak kalah akan keindahannya dibandingkan dengan tempat rekreasi lainnya yang sudah terkenal di Way Kanan.  Kampung Wisata Gedung Batin ini, Para pengunjung akan menikmati keindahan panorama alam yang masih alami serta tak kalah menarik bagi mereka yang berjiwa petualang/ekstrim meyusuri sungai way Besai.

Dinas Pariwisata dan warga setempat mencoba mengajak Crew tabikpun.com menyusuri Way Besai yang terletak di kampung wisata gedung Batin, Kecamatan Negeri Agung kabupaten Way Kanan yang jaraknya tidak jauh dari jalan lintas tengah sumatera.  Untuk menuju  Kampung Wisata ini, dari Pusat ibu kota pemerintahan Kabupaten Way Kanan, kami membutuhkan waktu hanya 30 menit sudah sampai dilokasi tujuan.

Setiba di gerbang kampung gedung batin, Kami diawali disuguhkan dengan sejumlah rumah Panggung terbuat dari kayu yang konon cerita usianya telah mencapai ratusan tahun dengan kondisinya masih berdiri kokoh dan menawan. Tentu, pemandangan arsitektur rumah tradisional khas Lampung yang berdiri sejak abad 17 ini, memiliki ciri khas tersendiri terbangun dengan ornamen menarik dengan konsep alang panjang hexagonal tidak terputus yang tentunya berbeda dengan rumah adat yang ada di nusantara seperti rumah adat khas betawi, rumah adat khas padang, rumah adat khas jawa dan lainnya.

kampung tua ini tidak hanya dibuktikan dengan rumah panggung saja, namun di kampung ini menurut cerita warga sekitar, masih ada tersimpan benda benda pusaka peninggalan bersejarah seperti meriam dan sejumlah pusaka pada masa penjajahan Belanda.

Tak heran, jika Pesona Kampung Gedung Batin kini sudah dijuluki dan ditetapkan pemerintah setempat dengan kampung wisata lestari sejak tahun 2007 silam. Pasalnya, Kampung ini menawarkan sejumlah wisata ekologi,  wisata budaya tradisional Lampung Way Kanan serta wisata religi yang dibuktikan adanya makam tua atau lebih dikenal warga sekitar dengan istilah keramat.

Melanjutkan rasa penasaran, crew tabikpun.com meneruskan perjalanan menuju Sungai Way Besai dengan meniti jembatan gantung untuk menyebrangi sungai. Ditemani guide/pemandu wisata yang melibatkan para pemuda dan warga setempat, kami pun diajak membuktikan mengekpolrasi lebih dalam potensi dibalik way besai.  Edi Saputra koordinator guide bersama Sekretaris Dinas Pariwisata Way Kanan mengajak kami menyusuri Way Besai dengan berpetualang menggunakan Perahu Ban/ rafting atau lebih dikenal warga sekitar dengan wisata tubing. Kami pun mengikuti pemandu dengan meyusuri sungai sepanjang 7 km dengan jarak tempuh lebih kurang 2 jam.  Setelah menguji andrenalin, hasil penelusuran kami mencengangkan, bukan omong kosong potensi wisata di Way Kanan tak terkecuali Kampung ini pantas mendapat julukan dengan wisata seribu curup, lantaran dalam perjalanan susur sungai Way Besai, kami menjumpai keindahan dua air terjun yaitu air terjun Batu Mahligai dan air terjun Batu Putri dengan ketinggian 7 meter yang tersembuyi dibalik bukit pada bibir sungai Way Besai dengan dikelilingi batu batu besar yang elok dipandang mata tersusun alami.

Kami pun tidak menyia siakan momen perjalanan ini, melihat ke ketakjuban curup/ air terjun, kami berkesempatan mandi menikmati sejuknya terpaan air terjun.  Konon mitos yang beredar ditengah masyarakat, bagi siapa yang meyempatkan diri mandi pada air terjun itu, bisa membuat raga tubuh bugar dan awet muda.  Tidak berhenti sampai disitu saja, kami pun terus melanjutkan tubing meyusuri ke hilir sungai, panorama alam nan asri di Way besai juga disisipi dengan berbagi keunikan batu batu besar yang tersusun yang kononya katanya bekas tempat orang orang sakti berkumpul pada masa perlawanan penjajahan dan bahkan adanya makam leluhur (kramat)  mereka yang diberi nama makam tuan putri ada disana.

Perjalanan seru kami lanjutkan, derasnya arus/jeram dilalui, tak terasa 7 kilo meter dengan jarak tempuh 2 jam kami lewati dan finish point  menanti kami di  desa Bandar Dalam kecamatan Negeri Agung. Ditepi jalan mobil pick up menjemput kami, setiba di Di Kampung Gedung Batin tempat kami start awal, kami makan bersama di basecamp sembari menikmati manisnya durian lokal dari hasil kebun warga sekitar.

Eksistensi kampung Gedung Batin yang sampai kini masih terjaga kearifan lokalnya, tentunya menjadi kebanggan dan perhatian pemerintah setempat dalam segi pengelolaan, pengembangan pada sektor pariwisata.  Pola partisipatif, sepertinya lebih efektif dalam hal mendongkrak perekonomian warga sekitar. Apalagi,  warga sekitar sangat antusias bergeliat mengidamkan lokasi tersebut agar menjadi sentra pariwisata.  Dengan Penuh harap, para pemuda disana telah membentuk organisasi atau dengan sebutan kelompok sadar wisata (POKDARWIS GEDUNG BATIN) untuk merintis, menjaga, mengelola hingga memandu wisatawan di Kampung Gedung Batin. ( Dian)

 

IKLAN

iklan kpu way kanan

IKLAN

metro

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

mesuji

IKLAN

 kapolres tanggamus-001.jpg

IKLAN

kapolsek gading rejo

IKLAN

kapolsek pugung

IKLAN

dprd lamteng