METRO – Warga Puswosari dihebohkan dengan tumbuhnya bunga bangkai jenis ‘Suweg’. Bunga tersebut tumbuh di pekarangan rumah milik Susanti warga Jalan Kucing, RT/RW 043/007, Kelurahan Purwosari, Metro Utara.
Menurut pemilik rumah, Susanti, tanaman itu diketahui setelah suaminya membersihkan rumput di pekarangan belakang rumahnya, sebelah kolam ikan miliknya.
“Ceritanya itu pas bapak (suami) membersihkan pekarangan belakang. Nah, pas banget di bawah pohon kelapa ada bunga yang bentuknya aneh. Setelah itu dia memanggil saya,” kata Susanti di kediamannya, Kamis (30/9/2021).
Susanti berkisah, ia meyakini itu golongan bunga bangkai karena mendapatkan informasi dari media elektronik dan media mainstream. Sebelumnya, ia sempat meragukan.
“Saya tau itu bunga bangkai lihat dari televisi, kan ada banyak macamnya dan bunga itu hampir menyerupai bentuknya,” kisahnya.
Meskipun tergolong bunga bangkai, Susanti mengaku, bunga bangkai yang tumbuh di pekarangannya itu tidak memiliki aroma yang menyengat, bahkan tidak mengundang perhatian hewan seperti lalat. “Biasa aja aromanya,” kata dia.
Semenjak Susanti mengunggah foto bunga bangkai itu di WhatsApp dan Facebook, banyak warga sekitar yang berdatangan sekedar untuk melihat dan memfoto bunga itu.
Munculnya bunga bangkai dipekarangannya sudah dua kali dengan jarak yang hampir berdekatan, beber Susanti. Namun tahun lalu bunganya agak berbeda, lebih tinggi hampir menyerupai keris dan berbunganya juga di bulan yang sama.
“Kalau yang dulu nggak saya perhatikan. Bahkan yang kemarin itu sempat tertimpa oleh pelepah kelapa hingga tidak bertahan lama. Hanya dua Minggu saja setelah itu kering, mati dan menghilang,” ungkapnya.
Hingga saat ini dirinya belum melaporkan ke pamong setempat. Tumbuhnya bunga yang langka ini menjadi momen yang langka baginya.
Diketahui, bunga bangkai jenis ‘Suweg’ adalah tanaman anggota marga Amorphophallus dan masih berkerabat dekat dengan bunga bangkai raksasa dan iles-iles.
Suweg sering dicampurbaurkan dengan iles-iles karena keduanya menghasilkan umbi batang yang dapat dimakan dan ada kemiripan dalam morfologi daun pada fase vegetatifnya. (Adi)















Add Comment