LAMPUNG UTARA – Diduga akibat cuaca, serta gagal panen, membuat harga bawang merah, bawang putih dan rempai naik signifikan di pasar Sentral Kotabumi, Lampung Utara. Kenaikan sudah berlangsung satu bulan lebih, berimbas sepinya pembeli.
Herni salah seorang pedagang hasil bumi mengeluhkan tingginya harga hasil bumi tersebut ditingkat distributor yang sudah terjadi sebulan belakangan. “Sudah satu bulan ini melonjak, sebelumnya harga dari Rp 20 ribuan sampai Rp 25 ribu perkilogramnya sekarang di atas Rp 30 ribu rupiah. Bawang putih menjadi Rp 32 ribu rupiah dan merah menjadi Rp 38 ribu, perkilo,” katanya, Rabu (10/4/2019).
Senada dikatakan pedagang lainnya Roswani. Tak hanya bawang merah dan bawang putih, harga rempai juga mengalami kenaikan. Sebelumnya Rp 6 ribu perkilogramnya, saat ini menjadi Rp 14 ribu perkilogramnya. Sementara kebutuhan pokok lainya seperti cabai masih stabil.
Mereka berharap kepada pemerintah agar kebutuhan pokok masyarakat Lampung Utara, dapat diturunkan agar bisa terjangkau oleh pembeli. Pasalnya akibat kenaikan tersebut daya jual ke konsumen mengalami penurunan drastis.
“Saya minta diturunkan kebutuhan pokok, karena berimbas kepada daya beli kami. Kalo naik begini kebutuhan pokok, saya kurangin membeli,” kata Herlin seorang Pembeli, warga Kelurahan Kota Alam.
Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah daerah melalui Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Wanhendri menjelaskan, bahwa pihaknya sudah melakukan upaya dan berkordinasi dengan sektor terkait mengenai kenaikan harga bawang merah dan bawang putih serta rempai. Pemerintah pusat juga berencana akan mendatangkan bawang putih, mengingat Petani Lampung utara bukan penghasil bawang.
“Faktor cuaca dan gagal panen petani, yang diduga membuat kenaikan harga bawang merah dan putih serta rempai di daerah kita. Kami berencana akan melakukan peninjauan ke pasar-pasar tradisional, untuk mengecek secara langsung, dengan Satgas Pangan. Mengingat beberpa bulan lagi akan mengadapi hari raya,” tutupnya. (Adi)















Add Comment