Advertorial Tulang Bawang Barat

Hidupkan Gairah Perekonomian, Tiyuh Indraloka I Bangun Pasar Tradisional

Selain membangun pasar, Tiyuh Indraloka I juga serap DD 2019 untuk membangun gorong-gorong dan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat. (Andika)

TULANG BAWANG BARAT – Perekonomian masyarakat Tiyuh Indraloka I, Kecamatan Way Kenanga, Tulang Bawang Barat (Tubaba) dipastikan bakal bertumbuh. Pasalnya, kini masyarakat setempat memiliki pasar tradisional yang dibangun bersumber dari Dana Desa (DD) 2019.

Kepalo Tiyuh Indraloka I Jumali menerangkan, pembangunan pasar dipilih berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat. Kerena wilayahnya memang belum memiliki pasar, alasan lainnya adalah Tiyuh Indraloka I berbatasan dengan Mesuji dan dekat Pintu Tol.

“Jadi perputaran uang tidak hanya dari Tiyuh Indraloka saja, bisa juga dari Mesuji atau saat pengendara melintas. Harapan kami, pembangunan pasar ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga lebih mandiri,” ungkapnya, Minggu (29/12/2019).

Ia menjelaskan, total keseluruhan anggaran yang terserap untuk membangun pasar tradisional sebesar Rp Rp.638.280.000. Pada pasar tradisional tersebut dibangun 14 kios ukuran 4 meter x 6 meter, terletak di RT 005 RK 002.

“Selain pasar, kami juga membangun dua gorong-gorongdi RK 04 dan RK 05. Dana Desa juga dipergunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyasakat di tahun ini. Saya harap kerja nyata dan keseriusan ini mencapai tujuan yang diharapkan. Saya mewakili semua pihak di Tiyuh Indraloka mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan daerah telah mengucurkan Dana Desa ke tiyuh kami,” tutupnya. (Adv)

TULANG BAWANG BARAT – Perekonomian masyarakat Tiyuh Indraloka I, Kecamatan Way Kenanga, Tulang Bawang Barat (Tubaba) dipastikan bakal bertumbuh. Pasalnya, kini masyarakat setempat memiliki pasar tradisional yang dibangun bersumber dari Dana Desa (DD) 2019.

Kepalo Tiyuh Indraloka I Jumali menerangkan, pembangunan pasar dipilih berdasarkan hasil musyawarah bersama masyarakat. Kerena wilayahnya memang belum memiliki pasar, alasan lainnya adalah Tiyuh Indraloka I berbatasan dengan Mesuji dan dekat Pintu Tol.

“Jadi perputaran uang tidak hanya dari Tiyuh Indraloka saja, bisa juga dari Mesuji atau saat pengendara melintas. Harapan kami, pembangunan pasar ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sehingga lebih mandiri,” ungkapnya, Minggu (29/12/2019).

Ia menjelaskan, total keseluruhan anggaran yang terserap untuk membangun pasar tradisional sebesar Rp Rp.638.280.000. Pada pasar tradisional tersebut dibangun 14 kios ukuran 4 meter x 6 meter, terletak di RT 005 RK 002.

“Selain pasar, kami juga membangun dua gorong-gorongdi RK 04 dan RK 05. Dana Desa juga dipergunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyasakat di tahun ini. Saya harap kerja nyata dan keseriusan ini mencapai tujuan yang diharapkan. Saya mewakili semua pihak di Tiyuh Indraloka mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, provinsi, dan daerah telah mengucurkan Dana Desa ke tiyuh kami,” tutupnya. (Adv)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: