Metro – Progres pembangunan Gedung Serbaguna (GSG) Bumi Sai Wawai saat ini sudah mencapai 10,64 persen. Pencapaian tersebut dinilai Pemkot Metro telah melebihi target bila disesuaikan dengan waktu pengerjaan yang ditarget sekitar 9 persen.
Mewakili Kepala Dinas PU Ir. Irianto, Kepala Bidang Cipta Karya DPUTR, Robby K. Saputra menerangkan, berdasarkan pantauan di lokasi pembangunan GSG Bumi Sai Wawai, progres pembangunan telah melebihi target. DPUTR pun akan terus melakukan monitoring pada progres pembangunan secara berkala hingga akhir batas waktu pengerjaan.
”Waktu pengerjaan pembangunan GSG BSW dimulai 15 Mei dan harus rampung 15 Desember 2018. Kita akan terus memantau progres pembangunanya, apakah presentasenya sudah sesuai target atau belum. Jika belum, kami bahkan akan meminta rekanan untuk bekerja siang malam agar mencapai target itu,” kata dia usai meninjau pembangunan GSG BSW, Jumat (3/7/2018).
DPUTR pun siap mengambil langkah tegas jika rekanan tidak dapat memenuhi tanggungjawab sesuai kontrak yang telah disepakati. Karenanya, DPUTR meminta pengerjaan bangunan berkisar Rp 26 miliar tersebut dapat rampung November 2018 sebelum batas waktu yang ditentukan.
“Kita tegas. Harus selesai Desember. Bahkan kalau dari kami (DPUTR, red) harus selesai bulan November. Jadi Desember itu tinggal seleksi berkas. Kalau sudah mendekati waktu akhir tapi progres tidak memenuhi, kita minta mereka untuk kerja lembur,” tambahnya.
Setelah rampung pembangunan, lanjut dia, pada 2019 akan kembali dianggarkan sebesar Rp 16 miliar untuk melengkapi asesoris pada bangunan tersebut. “Pembangunan di 2019 kita perkirakan 16 M. Itu untuk melengkapi aksesoris yang belum,” terangnya.
Sementara Walikota Metro Achmad Pairin menjelaskan, pembangunan GSG Bumi Sai Wawai sudah sesuai rencana. Saat ini, pebangunan masih pada tahap pengayaman besi untuk pengecoran. Sementara itu, untuk pembangunan tiang dan lantai I ditarget selesai pada bulan Agustus ini.
“Inikan saya cek lagi sampai mana pembangunannya. Dari hasil tinjauan tadi sudah sesuai rencana. Nanti bulan Oktober cor beton sampai lantai atas. Baru pada bulan November masuk ke pembangunan atap,” jelas Pairin usai meninjau pembangunan gedung tersebut, Jumat (3/8/2018).
Dikatakanya, pemkot menargetkan pembangunan GSG Bumi Sai Wawai selesai bulan Desember. “Harus selesai bulan Desember. Makanya saya cek seperti apa progresnya. Saya juga minta Kadis PUTR untuk mengecek setiap minggu untuk melihat progresnya,” katanya.
Pada Desember 2018, lanjut dia, dana APBD yang digunakan untuk pembangunan GSG Bumi Sai Wawai akan di audit oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nantinya, setelah audit BPK selesai, pembangunan gedung tersebut akan dilanjutkan untuk melengkapi aksesoris gedung tersebut.
“Aksesoris yang lain kita anggarkan 2019. Jadi nanti prosesnya pada bulan Desember 2018 akan diperiksa BPK tentang APBD yang disalurkan untuk pembangunan ini. Diperiksa kelayakan dan lainya. Nanti dari Desember 2018 sampai Mei 2019 pembangunan istirahat dulu sambil menunggu audit dari BPK. Nanti mulai lagi pembangunan lagi pada bulan Juli 2019. Jadi nanti tahun 2020 gedung ini sudah bisa digunakan,” paparnya.
Kesempatan yang sama, Ketua Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Ivan Jaka menuturkan, progres pembangunan GSG Bumi Sai Wawai sudah sesuai rencana. Pasalnya, target-target pembangunan sudah selesai.
“Sudah bagus, sudah mengikuti ritme. Karena target-targetnya juga alsudah selesai. Tentu akan kita pantau terus. Kami dari nol sampai selesai akan mendampingi terus,” tutupnya. (Ga)















Add Comment