Metro News

Komisi II Kaget Tahu Puluhan Macam Obat yang Harus Dibayar Mujiyati, Tondi : Kami Akan Panggil Pihak RSI

www.tabikpun.com, – Mujiyati (50) warga Kelurahan Yosodadi yang merasa telah dizolimi pihak Rumah Sakit Islam (RSI) mendatangi DPRD Kota Metro. Bertujuan untuk mengadukan tidak transparannya pihak RSI terhadap harga obat yang harus dibayarnya usai anaknya Tria Sundari (19) dirawat inap selama empat hari di RS tersebut.

Kedatangan Mujiyati Langsung ditanggapi oleh Ketua Komisi II Tondi Nasution dan Anggota Komisi II Alizar di ruang Komisi II, Selasa (1/11). Secara singkat Fitrianawati tempat Mujiyati bekerja selama ini sebagai buruh cuci menceritakan kronologis persoalan tersebut.

”Menurut saya tidak lazim kalau biaya obat DBD itu sampai Rp 3,6 juta untuk satu pasien yang dirawat selama 4 hari. Saya sudah cek daftar obat rumah sakit yang kami harus bayar itu ke apotik, tidak sampai segitu habisnya. Paling mahal sekitar Rp 2 jutaan,” urai kepada Komisi II.

Bukan hanya persoalan selisih harga, lanjut dia, dari obrolan dengan petugas apotik pun baru diketahui jika daftar obat yang diberikan pihak RSI tidak lazim jika hanya diberikan kepada satu pasien.”Obat sebanyak ini mah bisa untuk tiga sampai empat pasien, tidak mungkin kalau hanya untuk satu pasien,” ulasnya mengulang kata petugas apotik tersebut.

Ketua Komisi II Tondi Nasution pun kaget setelah melihat berbagai bukti pembayaran dan daftar obat yang diberikan selama pasien menginap di RS tersebut. Ditulis tangan, tertera kode puluhan obat yang harus dibayar Mujiyati selama anaknya mendapatkan perawatan.

”Saya kira obat yang diberikan itu jenisnya sedikit tetapi jumlahnya banyak. Nah, kalau saya lihat dari daftar obat yang ditulis tangan ini, kok bisa obat yang diberikan kepada pasien DBD sampai hampir 30 macam obat. Hitung 25 macam obat saja, kalau setiap obat diminum sehari 2 kali, bisa 50 obat yand diminum anak bu Muji ini. Apa tidak over dosis?,” paparnya.

Komisi II pun menerima laporan warga yang harus membayar jasa yang tidak digunakanya ketika mendapat perawatan di RSI.”Kami juga menerima laporan warga Yosodadi yang harus membayar biaya rawat inap selama 5 hari, padahal dia hanya dirawat selama 3 hari di rumah sakit itu,” jelas dia.

Setelah mendengarkan laporan warga tersebut, Komisi II dalam waktu dekat akan memanggil pihak RSI untuk mendapat keterangan terkait laporan tersebut.”Satu, dua hari ini kita panggil, kami ingin tahu apa keterangan dari pihak rumah sakit soal laporan ini,” tukasnya.

Sementara Haidir, Humas RSI Metro mengaku, dirinya sudah menyampaikan kepada direksi RS terkait keluhan dan keberatan pasien. Namun, ia tidak mengetahui apa keputusan direksi.

“Kita juga kemarin sudah berusaha menengahi. Tapi enggak tahu kalau kebijakan direksi bagaimana atau punya cara pandang beda terkait komplain pasien itu. Kita cuma bisa gitu,” terangnya via sambungan telepon.(ga)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: