Metro News

KPU Metro Mulai Data Partispasi Pemilu 2024

Ketua KPU Kota Metro Nurris Septa Pratama saat dikonfirmasi tabikpun.com di ruangannya, Selasa (12/10/2021). (Adi)

METRO – Menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2024, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Metro akan memastikan jumlah pemilih dalam berpartisipasi.

Ketua KPU Kota Metro Nurris Septa Pratama mengatakan, saat ini ada sekira 1000 penambahan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari Pemilu sebelumnya.

“Dari DPT kamk terakhir 115.844 menjadi 116.239, peningkatan kurang lebih seribu,” katanya saat dikonfirmasi di ruangannya, Selasa (12/10/2021).

Setelah Pilkada Desember 2020 lalu, KPU Kota Metrl mulai melakukan rekapitulasi tiap bulan. Penghitungan Daftar Pemilih Berkelanjutan pun dilakukan tiga bukan sekali.

“Itu triwulan, dan terakhir Juli, Agustus, September, itu ada 116. 239 pemilih. Itu akan terus kami update, karena ini juga belum memasukan data-data pemilih baru yang saya kira setiap bulan ada peningkatan,” beber Nurris.

Seperti remaja yang masuk usia 17 tahun, lanjutnya, TNI-Polri yang memasuki masa pensiun, maupun ada pengurangan yang meninggal karena Covid-19 membuat DPT berubah.

“Secara persentase kurang lebih 1 persen penambahannya dari jumlah DPT terakhir,” ujarnya.

Untuk memaksimalkan partisipasi pemilih, KPU Metro terus koordinasi dengan stakeholder, baik itu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) untuk pemutahiran data, maupun sekolah-sekolah untuk memaksimalkan siswa/siswi yang sudah memiliki hak suara tapi belum terdaftar sebagai DPT,

“Kami juga ke tingkat kelurahan untuk koordinasi dan mendata warganya yang memiliki punya hak pilih,” jelasnya.

Untuk kendala, kata Nurris, yang pertama adalah Covid-19. Sebab akan menghambat proses koordinasi, pun metode yang dilakukan KPU adalah persuasif.

“Kemudian kami koordinasi juga ke lintas vertikal, ya kendalanya Covid-19. Karena jadwal harus menyesuaikan,” ucapnya.

“Untuk data, tetap ada perselisihan antara disdukcapil dan KPU, karena kami ini kan datanya sudah dibersihkan 2020 kemarin dalam program (Coklit) pencocokan dan penelitian. Memang masih ada sedikit gep, ini yang terus kami koordinasi, jangan sampai pada saat 2024 data itu selisih jauh,” tambah Nurris.

Dijelaskannya, untuk aturan main, Disdukcapil melalui Dirjen Disdukcapil Jakarta memberikan data ke KPU RI, lalu diberikan KPU Metro. Namun sampai saat ini pihaknya belum menerima data tersebut.

“Selisihnya sekira 10.000 data gep yang sampai hari ini kami juga masih mencari penyebabnya, sehingga nanti ke depan tidak jadi soal,” pungkasnya. (Adi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: