News Tulang Bawang

Miliki Senpi dan Amunisi Ilegal, Warga Gunung Agung Ditangkap Polisi

YS beserta barang bukti kini diamankan Polres Tulang Bawang. (Andika)

TULANG BAWANG – Tim gabungan Satuan Sabhara (Satsabhara) dan Sipropam Polres Tulang Bawang (Tuba) mengamankan pria berinisial YS (27), Sabtu (29/08/2020), sekira pukul 00.41 WIB. Warga Kecamatan Gunung Agung, Tulang Bawang Barat (Tubaba) ini diamankan atas kepemilikan senpi dan amunisi aktif ilegal.

Kapolres Tuba AKBP Andy Siswantoro, SIK., melalui Kasat Sabhara AKP Anas Sobirin, SE., mengatakan, tersangka yang berprofesi sebagai petani itu diciduk di sebuah rumah kontrakan di Kampung Purwajaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tuba berikut senpi jenis revolver dan amunisi aktif ilegal.

“Semalam saat petugas gabungan dari Satsabhara dan Sipropam Polres sedang melaksanakan patroli rutin pencegahan C3, mendapatkan informasi bahwa ada seorang petani yang memiliki dan menyimpan senpi berikut amunisi aktif secara ilegal dan langsung kami telusuri,” ujar AKP Anas, Sabtu (29/8/2020).

Berdasarkan informasi tersebut, petugas gabungan langsung melakukan penyelidikan untuk mencari dimana keberadaan pelaku yang memiliki dan menyimpan senpi berikut amunisi aktif secara ilegal. Diketahui pelaku berada di sebuah rumah kontrakan, petugas gabungan langsung menuju ke tempat tersebut dan melakukan penangkapan, tersangka pun tidak melawan dan menunjukkan dimana senpi tersebut disimpan.

“Senpi berikut amunisi aktif disembunyikan oleh pelaku di bawah pohon pisang yang berada tidak jauh dari rumah kontrakan, posisinya ditutupi oleh gundukan tanah merah dan dibungkus menggunakan plastik hitam serta baju kaos warna biru dan empat butir amunisi aktif kaliber 38 mm,” ulasnya.

Pelaku saat ini masih periksa secara intensif di Polres Tuba dan akan dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang larangan kepemilikan senpi dan amunisi aktif secara ilegal. Dan diancam hukuma mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. (Andika)

 

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: