LAMPUNG TIMUR – PWI Lampung Timur (Lamtim) menegaskan kepada kepala sekolah untuk menindak tegas oknum wartawan yang bekerja di luar fungsi sebagai pilar keempat demokrasi. Seperti mengintimidasi, memaksa, dan memeras.
Ketua PWI Lamtim Musannif Effendy Yusnida, S.H., M.H., menerangkan, Organisasi PWI Lamtim ingin meluruskan dan bagaimana membangun komunikasi serta kerjasama yang baik kepada instansi pendidikan di tingkat Sekolah Dasar.
“Tugas pers adalah sosial control, memberikan kritik dan saran yang sifatnya membangun melalui tulisannya yaitu pemberitaan. Tentunya seorang jurnalis harus mengetahui 5 W, 1 H, dan memiliki etika yang baik. Saya tegaskan kalau ada yang mengaku wartawan dengan cara memaksa, intimidasi, dan memeras, itu oknum silakan lapor,” tegasnya.
Pada kegiatan mengenai petunjuk tentang publikasi sesuai penggunaan juknis BOS, poin dua huruf C yang menyebutkan berlangganan majalah, publikasi berkala tentang pendidikan baik offline maupun online bersama Dinas Pendidikan dan kebudayaan Melalui Kordinator wilayah Pendidikan Kecamatan, Fendi juga memenerangkan pelaksanaan kerjasama terhadap media atau pers tentu adalah prerogratif pihak sekolah.
“Tapi kita harus melihat ketentuan aturannya dan aturan itu yang harus kita laksanakan. Sehingga kita bisa bekerja lebih nyaman, dan aman,” pungkasnya saat menjadi narasumber Juknis kerjasama publikasi dana BOS di SDN 1 Trisnomulyo Batanghari Nuban, Jumat (1/2/2019).
Sosialisasi yang bertema mengsingkronisasi antara jurnalis dengan seluruh kepala sekolah dihadiri Ketua Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Kepala SD se-Kecamatan Batanghari Nuban mendapat berbagai curhatan Kepala Sekolah. Mashuda salah satu Kepala Sekolah mengaku sering merasakan sepak terjang oknum wartawan yang meresahkan.
“Kami atas nama kepala sekolah se-Kecamatan Batanghari Nuban berterima kasih atas kehadiran PWI. Jujur kami butuh kenyamanan dalam menjalankan tugas kami sebagai kepala sekolah, karena bertahun-tahun, kami selalu mengalami polemik dalam berlangganan koran. Harapan kami bisa ada solusi terbaik dalam menjalin kemitraan atau kerja sama dengan media,” keluh Mashuda. (Hadi)
PWI Lampung Timur (Lamtim) menegaskan kepada kepala sekolah untuk menindak tegas oknum wartawan yang bekerja di luar fungsi sebagai pilar keempat demokrasi. Seperti mengintimidasi, memaksa, dan memeras.
Ketua PWI Lamtim Musannif Effendy Yusnida, S.H., M.H., menerangkan, Organisasi PWI Lamtim ingin meluruskan dan bagaimana membangun komunikasi serta kerjasama yang baik kepada instansi pendidikan di tingkat Sekolah Dasar.
“Tugas pers adalah sosial control, memberikan kritik dan saran yang sifatnya membangun melalui tulisannya yaitu pemberitaan. Tentunya seorang jurnalis harus mengetahui 5 W, 1 H, dan memiliki etika yang baik. Saya tegaskan kalau ada yang mengaku wartawan dengan cara memaksa, intimidasi, dan memeras, itu oknum silakan lapor,” tegasnya.
Pada kegiatan mengenai petunjuk tentang publikasi sesuai penggunaan juknis BOS, poin dua huruf C yang menyebutkan berlangganan majalah, publikasi berkala tentang pendidikan baik offline maupun online bersama Dinas Pendidikan dan kebudayaan Melalui Kordinator wilayah Pendidikan Kecamatan, Fendi juga memenerangkan pelaksanaan kerjasama terhadap media atau pers tentu adalah prerogratif pihak sekolah.
“Tapi kita harus melihat ketentuan aturannya dan aturan itu yang harus kita laksanakan. Sehingga kita bisa bekerja lebih nyaman, dan aman,” pungkasnya saat menjadi narasumber Juknis kerjasama publikasi dana BOS di SDN 1 Trisnomulyo Batanghari Nuban, Jumat (1/2/2019).
Sosialisasi yang bertema mengsingkronisasi antara jurnalis dengan seluruh kepala sekolah dihadiri Ketua Kerja Kepala Sekolah (K3S) dan Kepala SD se-Kecamatan Batanghari Nuban mendapat berbagai curhatan Kepala Sekolah. Mashuda salah satu Kepala Sekolah mengaku sering merasakan sepak terjang oknum wartawan yang meresahkan.
“Kami atas nama kepala sekolah se-Kecamatan Batanghari Nuban berterima kasih atas kehadiran PWI. Jujur kami butuh kenyamanan dalam menjalankan tugas kami sebagai kepala sekolah, karena bertahun-tahun, kami selalu mengalami polemik dalam berlangganan koran. Harapan kami bisa ada solusi terbaik dalam menjalin kemitraan atau kerja sama dengan media,” keluh Mashuda. (Hadi)
Menyukai ini:
Suka Memuat...
Add Comment