Lampung Utara News

Ngaku Uang Deposito Rp. 40 Trilliun Miliknya Raib, Seorang Nasabah Di Lampura Demo Bank BRI

Suasan anggota kepolisian menjaga ketat mengawal aksi unjukrasa seorang nasabah di Bank BRI cabang Kotabumi Lampura, Rabu (27/02) siang.

LAMPUNG UTARA- Ratusan aparat Kepolisian Resor Lampung Utara mengawal berlangsung unjukrasa di Bank BRI Cabang Kota Bumi Lampung Utara, Rabu (27/02) siang.

Unjukrasa ini terbilang unik, pasalnya seorang Nasabah bernama Mulyadi alias Bijay bersama puluhan anak buah nya meluruk Bank dengan menuding pihak bank telah menggandakan dua buku rekening miliknya.

Bahkan, Mulyadi pun mensinyalir pihak bank telah manipulasi data hingga mengakibatkan dirinya mengalami kerugian yang tak tanggung- Tanggung hingga mencapai Rp. 40 Trilliun.

Unjuk rasa yang berlangsung dari pagi hingga siang itu sempat diisi dengan dialog namun berakhir deadlock. Hingga Mulyadi memutuskan akan menempuh jalur hukum guna meminta kejelasan uang Rp. 40 Trilliun yang pengakuannya bahwa uang tersebut raib di dalam deposito Bank tersebut.

Menanggapi tuntutan Bos karet tersebut, Arry Sabdo Ananto selaku kepala cabang BRI Lampung Utara membantah jika pihaknya telah melakukan manipulasi data dan menggandakan rekening Mulyadi. Ananto mengaku benar jika Mulyadi memiliki dua rekening di Bank BRI, namun kedua rekening tersebut telah di close/diblokir lantaran tidak memiliki isi saldo.

“Memang Mulyadi memiliki dua rekening namun keduanya telah di close karena tak memilki saldo sejak beberapa waktu lalu,” ujarnya. ( Adi)

LAMPUNG UTARA- Ratusan aparat Kepolisian Resor Lampung Utara mengawal berlangsung unjukrasa di Bank BRI Cabang Kota Bumi Lampung Utara, Rabu (27/02) siang.

Unjukrasa ini terbilang unik, pasalnya seorang Nasabah bernama Mulyadi alias Bijay bersama puluhan anak buah nya meluruk Bank dengan menuding pihak bank telah menggandakan dua buku rekening miliknya.

Bahkan, Mulyadi pun mensinyalir pihak bank telah manipulasi data hingga mengakibatkan dirinya mengalami kerugian yang tak tanggung- Tanggung hingga mencapai Rp. 40 Trilliun.

Unjuk rasa yang berlangsung dari pagi hingga siang itu sempat diisi dengan dialog namun berakhir deadlock. Hingga Mulyadi memutuskan akan menempuh jalur hukum guna meminta kejelasan uang Rp. 40 Trilliun yang pengakuannya bahwa uang tersebut raib di dalam deposito Bank tersebut.

Menanggapi tuntutan Bos karet tersebut, Arry Sabdo Ananto selaku kepala cabang BRI Lampung Utara membantah jika pihaknya telah melakukan manipulasi data dan menggandakan rekening Mulyadi. Ananto mengaku benar jika Mulyadi memiliki dua rekening di Bank BRI, namun kedua rekening tersebut telah di close/diblokir lantaran tidak memiliki isi saldo.

“Memang Mulyadi memiliki dua rekening namun keduanya telah di close karena tak memilki saldo sejak beberapa waktu lalu,” ujarnya. ( Adi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: