Feature Metro

Peluh Anggota PWI Metro Terbayar dengan Kompetensi

Kelompok peserta jenjang muda UKW XXI yang lulus 100 persen foto bersama penguji Cahyono Adi. (Misaf)

Pelaut tangguh tidak lahir dari ombak yang tenang. Ungkapan ini mewakili bentuk perjuangan anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dalam Uji Kompetensi Wartawan (UKW) XXI, di Hotel Grand Sekuntum Metro 13-14 Desember 2019 lalu.

Dimana sekitar satu bulan peserta yang merupakan anggota PWI Metro mempersiapkan diri dengan belajar dan simulasi, menerapkan ilmu dari pendahulu yang telah lulus UKW. Lelah sudah pasti, namun semuanya hilang dengan sausana kekeluargaan dibalut candaan receh melemaskan syaraf yang mulai menegang.

Namun ketegangan sesungguhnya dimulai saat para peserta duduk di meja bundar bersama penguji yang tidak perlu diragukan lagi kemampuanya. Hingga udara dingin dalam ruangan tak mampu membendung jatuhnya keringat sebesar biji jagung kala penguji mulai memberi materi.

Sepuluh materi harus dilahap habis 30 peserta yang dibagi menjadi lima kelompok selama dua hari. Mulai dari tehnik wawancara doorstop hingga pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistk (KEJ) dan UU Pokok Pers.

Ungkapan usaha tidak menghianati hasil akhirnya dibuktikan para peserta yang sudah bekerja keras siang dan malam membekali diri menghadapi UKW. Usaha mereka terbayar ketika perwakilan penguji UKW XXI Djunaidi Tjunti menyebut 27 dari 30 peserta menyandang predikat kompeten.

Meski tak bulat 100 persen, Anggota PWI Metro lulus 98 persen, hanya dua peserta yang harus kembali harus mencoba ikut kembali UKW berikutnya. Itu pun bukan karena lemahnya kemampuan, namun faktor tekanan batas waktu pun menjadi musabab kurang maksimalnya jawaban.

“Dari 30 peserta, 27 peserta dinyatakan kompeten. Selamat untuk peserta yang sudah menyandang predikat kompeten,” ujar Djunaidi saat mengumumkan hasil UKW XXI di Ballroom Hotel Grand Sekuntum Metro, Sabtu (14/12/2019).

Wakil Ketua Bidang Pendidikan PWI Provinsi Lampung, Wira Hadi Kusuma mengatakan, hasil UKW XXI di Kota Metro menambah jumlah Anggota PWI Provinsi Lampung yang telah berkompeten menjadi 720 orang.

Pria bertubuh jangkung ini pun menitipkan harapan bagi para peserta yang telah berkompeten untuk terus belajar dan berkarya. Pun jangan pernah puas untuk menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.

“Jangan sampai berkompeten malah tidak pernah menulis, apalagi plagiat. Seorang wartawan itu dinilai dari tulisanya. UKW ini ibarat SIM mengemudi, kalau kalian melakukan kesalahan seperti plagiat, SIM itu bisa ditarik,” pesannya.

Ketua Umum PWI Pusat yang diwakili Cahyono Adi juga sebagai salah satu penguji mengucapkan selamat kepada peserta yang sudah berkompeten. Bagi yang belum, jangan berkecil hati.

“Peserta yang belum kompeten harus tetap semangat. Bagi yang berkompeten jangan cepat puas, perjatam kompetensi yang dimiliki dengan terus belajar sampai ke jenjang yang lebih tinggi bagi yang merasa jurnalis sejati,” imbuhnya.

Peserta pun diberikan kesempatan untuk memberikan sambutan terkait kesan selama mengikuti UKW. Indra S Simanjuntak sebagai peserta terbaik untuk jenjang Muda mewakili para peserta.

Seruan “Siapa Kita!”, jadi kata pertama Indra membuka sambutan yang dijawab “PWI!,” oleh peserta bersamaan. Sedikit perkenalan, Indra mengaku sekitar 9 tahun ia telah menggeluti dunia jurnalistik dan kini bekerja sebagai wartawan di SKH Tribun Lampung.

Perdebatan panjang membahas UKW bersama se-profesi pun sering terjadi. Kesimpulan akhir menyatakan bahwa label kompeten tidak dapat diberikan seorang wartawan kepada diri sendiri. Dasar ini yang mendorongnya memutuskan mengikuti UKW.

“Saya berterima kasih kepada PWI yang sudah memberikan kesempatan saya ikut UKW. Di UKW ini memberikan saya banyak pelajaran, seperti lebih disiplin waktu, serta memacu saya untuk lebih mendalami kode etik,” kata dia.

Menurut pria bermarga Simanjuntak ini, predikat kompeten belum tentu memutuskan wartawan labih baik dari wartawan yang belum berkompeten,  idealnya, wartawan yang baik adalah yang selalu menjaga profesionalitas dalam melakukan pekerjaannya.

“Wartawan yang baik adalah mereka yang memahami Kode Etik Jurnalistik (KEJ) dan mengamalkannya dalam penulisan berita. Selalu berkarya, menyajikan informasi aktual dan berimbang. Siapa kita?” seru Indra menutup sambutan. “PWI!” timpal seluruh peserta penuh semangat. (Misaf)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: