News Pringsewu

Pemakaman Kemat Banjir Isak Tangis, Warga : Kami Kehilangan Sosok Panutan 

Jenazah Ahmad Kasian alias Kemat saat digotong menuju peristirahatan terakhir. (Nanang)

PRINGSEWU – Ahmad Kasian alias Kemat, korban pembunuhan oleh anak kandungnya dimakamkan di pemakaman umum Dusun Buminoto Pekon Bumi Ratu Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu, Kamis (24/10/2019) siang.

Sebelum menunju peristrahatan terakhirnya, jenazahnya dimandikan kemudian dikafani hingga disholatkan rumah duka tepatnya di RT. 01 RW. 03 Pekon Bumi Ratu.

Setelah selesai seluruh prosesi, keranda berisi jenazah korban diangkat dari dalam menuju kendaraan pengangkut menuju pemakaman yang berjarak 1 kilometer dari rumah duka.

Disana banyak warga baik laki-laki maupun perempuan melantunkan doa-doa melepas kepergian jenazah pria yang dikenal supel dalam pergaulan sehari-hari itu.

Tampak juga kepala pekon/desa Bumi Ratu Ratu Ismail, Bhabinkamtibas Polres Tanggamus Bripka Yohanes Andrianto dan Babinsa turut mengantarkan jenazah bersama puluhan warga setempat.

Menurut Saring, selaku tokoh agama yang merupakan teman kakek Kemat, almarhum semasa hidupnya merupakan orang yang sangat baik serta dalam kesehariannya berbahasa sangat santun.

Sebagai teman, ia merasa sangat kehilangan sosok Kemat, pria berjiwa seni dan sering memberikan contoh baik kepada pemuda-pemuda dan warga sekitar rumahnya.

“Tentu kami sangat kehilangan, karena pak Ahmad Kasian semasa hidupnya sangat baik, ramah bahkan sering memberikan contoh kepada pemuda-pemuda disetiap acara riungan,” kata Saring diwawancarai usai pemakaman.

Sementara itu, Kepala Pekon Bumi Ratu Ismail mengaku sangat berduka dan prihatin atas kejadian yang menimpa almarhum. Ia mendoakan almarhum diterima amal ibadahnya semasa hidupnya dan keluarga yang ditinggalkan dapat tabah.

“Kami dan masyarakat Bumi Ratu, turut berduka cita atas meninggalkan pak Ahmad Kasian, semoga almarhum dalam keadaan husnul khotimah,” ucap Ismail di kediamannya.

Kemudian, Ismail berpesan kepada masyarakat khususnya warga Pekon Bumi Ratu agar mendidik anak-anaknya ke arah pendidikan agama sehingga kejadian tersebut tidak terulang di Pekonnya.

“Mari bersama-sama mendidik anak-anak kita dengan ilmu agama yang baik sehingga tidak terjerumus kepada hal buruk serta anak-anak kita dapat berguna bagu nusa dan bangsa serta agama,” pesannya.

Kesempatan sama Bhabinkamtibmas, Bripka Yohanes Andrianto juga menyampaikan berbela sungkawa atasnama Polsek Pagelaran Polres Tanggamus.

Bripka Yohanes berharap kedepannya, apabila terjadi permasalahan sekecil apapun agar diselesaikan dengan kepala dingin, musyawarah secara kekeluargaan.

“Apabila permasalahan tidak juga selesai ditingkat keluarga, kami Bhabinkamtibmas dan kepala pekon siap memediasi guna mencari solusi terbaik dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan peristiwa pembunuhan yang sangat memilukan dan menggemparkan warga Pekon Bumi Ratu Kecamatan Pagelaran Kabupaten Pringsewu terjadi pada, Rabu (23/10/2019) pukul 18.30 WIB.

Dimana Ahmad Kasian meninggal dunia karena mengalami luka robek di bagian lengan kiri bagian belakang dan punggung kiri sepanjang 25 cm lebar 5 cm setelah di tebas arit oleh anak bungsunya Dwi Tanoyo. (Nanang)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: