Metro News

Pernyataan Kuasa Hukum dan Kepala Medis RSUD A Yani Soal Salah Diagnosa Bertolak Belakang

Sejumlah awak media diundang pada konferensi pers hak jawab RSUD A Yani terkait dugaan salah diagnosa salah satu dokter terhadap pasien. (Ist)

METRO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ahmad YANI Kota Metro menggelar konferensi pers mengklarifikasi pemberitaan dugaan salah diagnosa yang dilakukan salah satu dokter terhadap Tuti Wuryaningsih (45) di Aula 2 RSUD A Yani, Jumat (28/2/2019).

 

Namun ada kejanggalan pada klarifikasi yang diutarakan Kuasa Hukum RSUD A Yani Hadri Abunawar dan Kepala Medis RSUD Ahmad Yani Dr. Anisa. Dimana ada poin jawaban keduanya yang dirasa bertolak belakangan.

Kuasa Hukum Hadri Abunawar mengawali hak jawab dengan mengatakan jika pihak Rumah Sakit menganggap tidak ada kejadian yang salah pada Diagnosa atas nama pasien Tuti Wuryaningsih.

“Pasien harus menerima hasil diagnosa dokter. Kalau pasien ditolak pihak rumah sakit Dharmais ya kami tidak tahu menahu soal itu. Karena itu sudah beda administrasi dengan rumah sakit Achmad Yani,” katanya.

Namun klarifikasi yang seperti mengakui kesalahan juga dilontarkan dengan statemennya bawah seorang dokter bisa saja melakukan kesalahan. “Dokter juga kan manusia. Jadi wajar jika terjadi kesalahan dalam pelayanan kesehatan pada pasiennya,” ujarnya.

Berbeda dikatakan oleh Kepala Medis RSUD Ahmad Yani, Dr. Anisa, yang menegaskan bahwa dalam pelayan medis oleh dokter yang bersangkutan sudah sesuai pelayanan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada.

“Kami sudah lakukan audit medis dalam masalahnya. Hasilnya, tidak ada kesalahan prosedur pada pemeriksaan pasien atas nama Tuti Wuryaningsih. Dari pasien mulai masuk hingga dirujuk, sudah sesuai pada pedoman kerja dokter, penanggung jawab pasien dan tidak ditemukan pelanggaran kode etik,” jelasnya mewakili Kepala RSUD Achmad Yani Dr. Erla.

Dia mengungkapkan, hasil rapat juga membenarkan jika prosedur yang dilakukan membenarkan pelayanan medis yang dilakukan dokter yang bersangkutan.

“Hasil rapat juga menyatakan bahwa nyonya Tuti Wuryaningsih menderita Tumor Indra oral yang 80 persen menjadi keganasan. Karena hasil diagnosa pasien itu, dokter merujuk ke RS Dharmais yang lebih kompeten dibidangnya dan lebih lengkap alatnya. Sehingga pasien dapat mengetahui sejelas-jelasnya penyakit pasien tersebut,” imbuhnya.

Pertanyaan tersebut terkesan tidak mengindahkan keluhan keluarga Tuti Wuryaningsih (45), yang terkatung-katung selama enam hari di Jakarta, karena dugaan salah Diagnosa dan rujukan ke Rumah Sakit Dharmais Jakarta oleh oknum dokter RSUD A Yani.

“Pihak rumah sakit terkesan lepas tangan dengan nasib pasien yang terkatung-katung di Jakarta karena rujukan dokter itu. Apalagi saat pihak RS Dharmais mengatakan tidak perlu dirujuk ke Dharmais karena di Lampung masih ada rumah sakit yang sanggup menangani ini. Nah, selama di Jakarta kami banyak mengeluarkan dana operasional. Dan biaya kebutuhan itu pakai uang, bukan pakai daun,” keluh Rozi Fernando, Suami pasien. (Red)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

%d blogger menyukai ini: