Metro News

Persiapan Maksimal, KPU Metro Siap Gelar Pilkada di Tengah Pandemi

Ketua KPU Kota Metro Nuris Septa Pratama. (Misaf)

METRO – KPU Kota Metro memastikan diri siap menggelar Pilkada 9 Desember mendatang. Ketegasan tersebut menyusul telah dimaksimalkannya persiapan pencoblosan di tengah pandemi Covid-19.

Ketua KPU Kota Metro Nurris Septa Pratama, M.Pd., menerangkan, sejak dilanjutkan tahapan Pilkada dengan hadirnya PKPU No. 5 Tahun 2020 pada 15 Juni lalu, terkait tahapan dan jadwal program, segala proses menjelang Pilkada harus mematuhi Protokol Kesehatan.

“Ini menjadi tantangan baru untuk penyelenggara. Pasalnya, sosialisasi terhadap masyarakat kali ini harus dibatasi jumlah pengunjung dan lebih menggunakan kekuatan sosial media,” jelasnya, Senin (16/11/2020).

Terkait persiapan pencoblosan, lanjut dia, KPU menyiapkan 12 hal yang baru di Tempat Pemilihan Suara (TPS). Seperti penambahan jumlah TPS yang mulanya berjumlah 245 TPS menjadi 310 TPS, secara otomatis pemilih akan berkurang ditiap TPS.

“Awalnya tadinya satu TPS mencapai 800 pemilih tapi saat ini maksimal 500 pemilih, setiap pemilih yang datang juga kami berikan masker,” ulas Septa.

KPU juga menyediakan apa yang telah diintruksikan dalam Protokol Kesehatan, seperti menyediakan pencuci tangan dan handsanitizer, kemudian duduk harus bejarak, serta petugas yang menjaga dengan alat thermo gun. “Selama 3 jam sekali, kita akan menyemprotkan disenfeksi,” bebernya.

Ia menambahkan, kepada pemilih dengan suhu tubuh 37,3 derajat akan dipisahkan di bilik yang sudah siapkan. KPU Metro juga menyiapkan informasi atau pengaturan kedatangan kepada pemilih melalui C Pemberitahuan.

“Di C Pemberitahuan itu berisi tentang jadwal mata pilih yang ingin datang ke TPS,” jelas Septa.

Menurutnya, penyelenggaraan pilkada disituasi pandemi berimbas pada penambahan signifikan terhadap anggaran. Kesulitan pun terjadi pada perubahan perencanaan tahapan yang mengumpulkan banyak massa.

“Seperti jalan sehat, konser musik, dan kampanye yang biasanya dilakukan dengan mengundang masa sudah tidak boleh dilakukan. Akhirnya perencanaan harus dirubah untuk dialihkan membeli alat pelindung diri bagi petugas dan masyarakat Kota Metro saat hari H Pilkada berlangsung,” jelasnya.

Dalam perencanaan, sambungnya, hampir 3.000 orang penyelenggara dibekali masker dan handsanitizer. Bahkan saat pencoblosan setiap TPS akan disediakan dua baju hazmat untuk pemilih yang suhunya lebih dari 37 derajat.

“Untuk pasien yang positif Covid-19, KPU akan berkordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid untuk didata dan dihampiri rumahnya. Ini dilakukan agar pemerataan masyarakat Kota Metro dapat melaksanakan pesta demokrasi tanpa terkecuali,” ucapnya.

Terakhir, Nurris Septa mengajak masyarakat Metro untuk datang dan menggunakan hak pilihnya ke TPS, namun harus taat dengan Protokol Kesehatan.

“Jangan lupa tanggal 9 Desember datang ke TPS untuk menggunakan hak pilihnya. KPU memastikan penyelenggaran Pilkada ini menggunakan protokol kesehatan yang ketat. Artinya, saya meminta pada masyarakat untuk tidak takut datang ke TPS,” pungkasnya. (Adi)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: