News Pringsewu

Pesulap Nomor Rangka dan Mesin Diringkus Polisi

Dua tersangka pemalsuan nomor rangka dan mesin motor beserta barang bukti sejumlah motor yang sudah disulap diringkus Satreskrim Polres Pringsewu. (Nanang)

PRINGSEWU – Tekab 308 Satreskrim Polres Pringsewu meringkus dua tersangka pemalsuan data kendaraan bermotor berinisial SO dan RI, Senin (16/11/2020).

SO warga Desa Kalirejo, Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah (Lamteng) bertugas merubah nomor rangka dan mesin. Sementara RI Pekon Waluyojati, Kecamatan Pringsewu bertugas menjual kendaraan dengan surat menyurat yang diduga telah dipalsukan.

“Kedua pelaku yang berhasil diamankan masuk dalam satu jaringan, SO bertugas merubah nomor rangka dan nomor mesin sedangkan RI bertugas menjualkanya,” ujar Kasat Reskrim AKP Sahril Paison, SH., MH., mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri, S.IK., Rabu (18/11/2020).

Kasat Reskrim mengungkapkan, selain mengamankan kedua pelaku petugas juga turut mengamankan sejumlah barang bukti dari kediaman kedua pelaku.

“Dari rumah pelaku RI kami dapatkan BB yang belum sempat dijual berupa 4 unit sepeda motor, 4 buah BPKB dan 4 buah STNK. Sedangkan dari rumah SO kami dapatkan 1 buah mesin gerinda, 1 buah Mata bor, 1 buah palu kecil, 4 buah paku (alat ketok angka), 1 buah BPKB Nopol F 6946 FFC, 1 buah STNK Nopol F 6946 FFC dan 1 buah STNK Nopol B 3881 PIX,” ungkapnya.

Tersangka SO mengaku baru 3 bulan menekuni profesi ketok nomor rangka dan nomor mesin kendaraan bermotor. Dimana keahlian itu dipelajari secara otodidak melalui youtube.

“Dalam satu minggu pelaku mengaku bisa menyelesaikan sekitar 2 unit sepeda motor dan dari pekerjaan tersebut pelaku mendapatkan keuntungan Rp 400 ribu per unit sepeda motor,” jelasnya.

Menurut pelaku, tambah Kasat, semua sepeda motor berikut STNK dan BPKB tersebut merupakan milik temanya DK (DPO), ia hanya disuruh merubah nomor mesin dan nomor rangka sesuai dengan STNK dan BPKB yang ada.

“Setelah selesai proses perubahan nomor rangka dan nomor mesin sebagian kendaraan diambil kembali oleh DK, dan sebagian oleh SO diserahkan kepada pelaku RI untuk dijualkan,” jelasnya.

Terpisah, tersangka RI mengaku setiap penjualan mendapatkan keuntungan Rp500 ribu perunit. Penjualan dilakukan menggunakan media sosial Facebook dengan akun bernama Ratih secara COD.

“Kegiatan tersebut sudah dijalaninya sekitar 3 bulan ini, rata-rata kendaraan tersebut dijual dengan harga berkisar Rp 8,5 juta tergantung kondisi dan merk kendaraan, dan kurang lebih sudah ada 5 unit sepeda motor yang dijual pelaku,” bebernya.

Akibat aksi kejahatan tersebut banyak warga yang terhambat saat memperpanjang dokumen-dokumen kendaraan. Penyebabnya, kata dia, karena petugas menemukan dokumen yang tidak sesuai.

“Kami mengimbau apabila membeli kendaraan harus dicek keaslian dokumen. Dicek ke Samsat, bisa jadi dokumen asli tapi dipalsukan. Ada beberapa bagian yang hanya diketahui petugas, sedangkan masyarakat sulit mengetahuinya,” imbuhnya.

Saat ini pihaknya tengah melakukan pengembangan atas pengungkapan perkara tersebut. Untuk mempermudah proses pemeriksaan, saat ini kedua pelaku sudah ditahan di Polres Pringsewu.

“Kedua tersangka akan dijerat pasal 264 Ayat 1 dan atau Pasal 266 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara,” pungkasnya. (Nanang)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: