Hukum & Kriminal Lampung Selatan Metro

Polisi Bebaskan Pemakai Baju Berlogo PKI, AFP Rupanya Bukan Warga Metro

Anggota Sat Intelkam Polres Metro saat menunjukan barang bukti berupa baju kaos berwarna merah berlambang Palu dan Arit yang kerap disebut sebagai atribut PKI. (Arby Pratama)

Metro – Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan, akhirnya polisi membebaskan AFP pengguna baju berlogo palu arit lambang Partai Komunis Indonesia (PKI), Jumat (24/11/2017).

Berdasarkan pemeriksaan, Polres Metro menerangkan bahwa AFP bukanlah warga Metro melainkan warga Gang Kutilang Blok 5 Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan. Kini yang bersangkutan telah di kembalikan kepada pihak keluarga.

“AFP ini mengaku tidak tahu itu adalah lambang PKI. Dia memakai baju itupun karena tidak sengaja. Karena saat main ke rumah temanya di Metro bajunya basah semua, kemudian meminjam baju temanya berinisial RMR. Diberikanlah baju warna merah berlogo palu arit ini,” beber Waka Polres Metro Kompol M. Reza CAS melalui Kasat Intelkam Polres Metro AKP Samsuri, Jumat (24/11/2017).

Samsuri menambahkan, karena tidak mengetahui baju yang dikenakanya berlambang palu arit yang erat kaitanya dengan PKI, AFP dengan santai menjemput temanya berinisial PUN di pul bus Ganjaragung. Usai dijemput, teman AFP meminta diantarkan membeli es kelapa muda di daerah Kampus Iringmulyo Metro Timur.

“Dari situ ada rekan mahasiswa melihat orang berpakaian palu arit tersebut. Kemudian direkam dan di share,” paparnya.

Polisi memastikan, tidak ada motif lain dari pemakaian baju bergambar Palu arit tersebut. Penggunaan itu murni lantaran ketidaktahuannya terhadap sejarah komunis. Kini yang bersangkutan di kembalikan ke pihak keluarga.

“Kalau dari motif yang bersangkutan, mereka tidak tahu sama sekali terkait logo itu adalah logo partai komunis. Karena tidak ada unsur makar atau unsur untuk menyebarluaskan paham komunis, kita kembalikan kepada keluarganya dengan disaksikan oleh pamong setempat,” ujarnya.

Pihaknya juga menghimbau agar masyarakat Kota Metro khususnya dapat memahami paham yang di larang di indonesia. Serta tidak di perkenankan menggunakan atribut berbau komunis seperti berlambang palu dan arit.

“Saya meminta kepada masyarakat khususnya Kota Metro agar benar-benar mengetahui paham yang dilarang di Indonesia, terutama paham komunis berlogo palu dan arit. Jangan sampai masyarakat yang tidak tahu menahu sembarangan memakai kaos yang berlogo palu dan arit, atau paham lain yang tidak di diperbolehkan di Indonesia. Kita mengantisipasi jangan sampai nanti ini timbul hatespeak dan persekusi,” tandasnya. (Ap)

IKLAN

iklan lambar

IKLAN POLITIK

iklan road to senayan

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

iklan lambar-001

IKLAN

iklan lambar-001

IKLAN

iklan HUT lambar

IKLAN

iklan lambar dishub