LAMPUNG UTARA – Seorang remaja berinisial DY (13), warga Bandardalam , Kecamatan Negeri Agung Way Kanan ditemukan tewas terapung disebuah sumur milik warga Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, Selasa 26 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 WIB. Dari hasil identifikasi terhadap tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan.
Dari keterangan keluarga korban, DY telah 4 hari menghilang dan tak kembali ke rumah. Awalnya keluarga korban datangi ke Puskesmas Bukit Kemuning guna memastikan apakah mayat tersebut keluarganya yang telah hilang selama empat hari. Benar saja, jasad korban merupakan keluarga mereka yang selama ini dicari.
Kakak Ipar Korban Agus Triyono menuturkan, bahwa korban menghilang ketika Ia bersama kakak iparnya menaiki sebuah Bus dari Bandarlampung menuju Way Kanan pada sabtu 23 maret 2019.
“ Ketika di perjalanan saya tertidur, setelah terbangun baru menyadari jika adik saya telah tak ada lagi di sampingnya. kernet bus mengatakan jika korban meminta berhenti dan turun di Bukit Kemuning,” Katanya.
Keluarga korban mengaku tidak mengetahui motif tewasnya korban dan bahkan tidak ada firasat apapu hingga korban sudah tiada.
“Saat di Bandarlampung korban hanya mengatakan ingin pulang ke Way Kanan,” ungkapnya lagi.
Aipda Suroto, Kaur identifikasi Polres Lampung Utara mengatakan, tidak ada bekas dan tanda- tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. Untuk mengetahui penyebab kematian, pihak kepolisian masih meminta keterangan keluarga korban dan warga sekitar. (Adi)
Seorang remaja berinisial DY (13), warga Bandardalam , Kecamatan Negeri Agung Way Kanan ditemukan tewas terapung disebuah sumur milik warga Kecamatan Bukit Kemuning, Lampung Utara, Selasa 26 Maret 2019 sekitar pukul 08.00 WIB. Dari hasil identifikasi terhadap tubuh korban tidak ditemukan bekas kekerasan.
Dari keterangan keluarga korban, DY telah 4 hari menghilang dan tak kembali ke rumah. Awalnya keluarga korban datangi ke Puskesmas Bukit Kemuning guna memastikan apakah mayat tersebut keluarganya yang telah hilang selama empat hari. Benar saja, jasad korban merupakan keluarga mereka yang selama ini dicari.
Kakak Ipar Korban Agus Triyono menuturkan, bahwa korban menghilang ketika Ia bersama kakak iparnya menaiki sebuah Bus dari Bandarlampung menuju Way Kanan pada sabtu 23 maret 2019.
“ Ketika di perjalanan saya tertidur, setelah terbangun baru menyadari jika adik saya telah tak ada lagi di sampingnya. kernet bus mengatakan jika korban meminta berhenti dan turun di Bukit Kemuning,” Katanya.
Keluarga korban mengaku tidak mengetahui motif tewasnya korban dan bahkan tidak ada firasat apapu hingga korban sudah tiada.
“Saat di Bandarlampung korban hanya mengatakan ingin pulang ke Way Kanan,” ungkapnya lagi.
Aipda Suroto, Kaur identifikasi Polres Lampung Utara mengatakan, tidak ada bekas dan tanda- tanda kekerasan di sekujur tubuh korban. Untuk mengetahui penyebab kematian, pihak kepolisian masih meminta keterangan keluarga korban dan warga sekitar. (Adi)
Menyukai ini:
Suka Memuat...
Add Comment