LAMPUNG TENGAH – Sekitar 1.500 Muli Mengkhanai dari 60 Kampung di Provinsi Lampung meramaikan acara Puter Selendang season II, di Kampung Buyut Udik, Kecamatan Gunung Sugih Lampung Tengah (Lamteng), Sabtu (2/3/2019).
Puter Selendang season II dibuka Ketua Panitia Apriani Wahyudi yang diiringi dengan kembang api sekitar pukul 21.300 WIB. Apriani sangat berterima kasih atas kehadiran ribuan bujang gadis dari 60 kampung se-Provinsi Lampung.
“Kegiatan ini dilaksanakan dalam pernikahan Andri Johan dan Deti, acara puter selendang dapat dilaksanakan jika tuan rumah mampu melaksanakannya. Pasalnya puter selendang ini merupakan acara adat istiadat Bandar Buyut yang sempat vakum, sehingga ditahun ini, Muda Mudi Kampung Buyut Udik melaksanakannya guna mempererat ikatan tali silaturahmi dari berbagai penjuru hingga mengadirkan Mulei- Meghanai yang ada di Provinsi Lampung,” jelasnya.
Ia menerangkan, cara permainan puter selendang, muda mudi duduk berhadapan dan diberi selendang dengan diiringi musik bagi pria yang suka dengan wanita selendang tersebut dikalungkan dan sebaliknya. “Hal itu dilakukan oleh wanita juga hingga musik berakhir jika irama musik berhenti selendang sudah dikalungkan dengan seorang wanita maka akan mendapatkan hukuman berkenalan dihadapan ribuan muda mudi dengan memberikan pantun Lampung,” ungkapnya.
Sementara Kepala Kampung Johansyah selaku tuan rumah sangat mengapresiasi kegiatan Muli Mengkhanai atau disebut acara adat istiadat bujang gadis. “Karena ini merupakan kegiatan positif, kami selaku tokoh adat sangat berharap kedepan agar adat istiadat yang merupakan warisan para leluhur Bandar Buyut dilestarikan hingga akhir zaman,” pungkasnya. (Mozes)















Add Comment