Lampung Tengah News

Sadis, Agus Habisi Ayah Kandung Dengan Balok

Agus Prayitno pemuda di Lampung Tengah yang diduga mengalami gangguan jiwa membunuh ayah kandungnya. (Mozes)

LAMPUNG TENGAH Seorang Pemuda di Dusun Sri Lestari, Kampung Sriwijaya, Kecamatan Bandar Mataram membunuh ayahnya sendiri. Pelaku yang bernama Agus Prayitno (35) diduga mengalami gangguan kejiwaan.

Korban Supardi (60), dihantam balok bata dan kemudian dibuang ke parit.
Supardi meninggal dunia setelah mendapatkan penganiayaan Agus dengan sejumlah luka serius di bagian kepala dan wajah.

Kepala Polsek Seputih Mataram, Iptu Setyo Budi Howo mewakili Kapolres AKBP I Made Rasma menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban hendak beristirahat di kediamannya sekitar pukul 14.30 WIB. Pelaku lalu datang dan tiba-tiba saja menampar wajah Supardi dengan tangan.

Kemudian korban bersama istrinya, Wagitun, keluar rumah menuju rumah anaknya yang lain bernama Sudarno untuk berlindung. Namun pelaku tetap mengejar korban kemudian pelaku berusaha diamankan oleh seorang tetangganya.

Karena pelaku membawa balok, saksi kemudian melarikan diri karena menjadi sasaran pelaku. Saksi Samsujuni kemudian meminta pertolongan warga lainnya.

“Belum sempat saksi meminta pertolongan, pelaku kemudian mengejar korban dan memukul kepala korban dengan balok dan batako. Setelah tak berdaya, tubuh korban dimasukkan pelaku ke dalam selokan pembuangan air kamar mandi sedalam satu meter,” imbuh Iptu Setyo Budi Howo, Senin (18/2/2019).

Melihat peristiwa itu, kemudian korban berhasil diamankan warga dan korban langsung dibawa ke Puskesmas Sriwijaya untuk dilakukan pemeriksaan medis. Akibat luka serius di bagian kepala, nyawa korban sudah tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.

Suharno yang tak lain kakak korban kepada pihak kepolisian menjelaskan jika adiknya mengalami gangguan kejiwaan sejak 2017 lalu. Agus, kata Suharno, kerap marah dan melampiaskan amarahnya kepada kedua orangtuanya.

“Memang adik saya memiliki riwayat penyakit jiwa sejak tahun 2017. Saat itu juga kondisi pernah diperiksakan ke Rumah Sakit Jiwa Kurungan Nyawa, Kemiling,” kata Suharno.

Suharno mengaku sedih karena tak bisa menyelamatkan nyawa sang ayah akibat amukan Agus. Jenazah Supardi disemayamkan di pemakaman umum Kampung Sriwijaya, Kecamatan Bandarmataram. Keluarga juga menolak untuk dilakukan autopsi.

Keluarga juga meminta, Agus Prayitno kembali ke diperiksa di Rumah Sakit Jiwa, Bandar Lampung. Selain itu keluarga telah menerima kepergian korban dan berharap kasus tersebut segera dibawa ke meja hukum. (Mozes)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: