“Dan soal adanya beberapa hal terkait kejadian, ini bukan marak. Tapi memang menjelang hari-hari besar tingkat kebutuhan para pelaku meningkat dan tindak kejahatan meningkat pula,” beber Kasat Reskrim Polres Metro Ajun Komisaris Try Maradona, Senin (17/12/2018).
Ia mengaku, telah melakukan penyelidikan, mencari informasi terkait pelaku pencurian yang beraksi di Metro. Pihaknya juga akan bekerja optimal untuk mengungkap aksi-aksi pencurian. Serta melakukan langkah preventif kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan tujuan ruang gerak tindak pidana pencurian terutama curanmor dapat diminimalisir.
“Serta dapat menghambat angka kriminalitas yang ada. Untuk data jumlah total laporan yang masuk baik di polres maupun polsek jajaran, nanti akan dirilis akhir tahun oleh Polres. Begitupun laporan yang berhasil kita ungkap, baik laporan yang masuk, maupun yang telah diselesaikan,” tuntasnya.
Pantauan tabikpun.com, intensitas tindak kriminal di Bumi Sai Wawai mulai meningkat di wilayah Metro Utara. Rumah warga Metro Utara di Jalan Tekukur RT 10 RW 02 Banjarsari menjadi korban pembobol maling dan merugi satu unit sepeda motor.
Curanmor terjadi pada, Senin (17/12/2018) dini hari, menimpa Abdul Wahab sekitar pukul 05.00 WIB. Peristiwa itu kali pertama diketahui keponakannya Andre Gusti Migo saat bangun dan melihat pintu gerbang rumah sudah terbuka.
Karena merasa janggal, dirinya kemudian melihat motor yang sebelumnya terparkir di garasi yang sudah tidak ada alias raib. Korban pun membangunkan seisi rumah dan mencari keberadaan motor Honda Blade warna merah hitam BE 6160 FL.
“Saya lihat pagar sudah terbuka. Lalu saya panggil mami nanya motor gak ada di garasi. Pas kita lihat pagar rumah, ternyata sudah dibuka separuh oleh pencuri. Dan tak jauh dari pagar, itu sekitar dua meter kita menemukan gembok sudah tergeletak dengan kondisi rusak,” terangnya.
Sementara Wahab menilai, kejadian pencurian diperkirakan sekitar pukul 03.00 WIB hingga 04.30 WIB. Pasalnya, keponakannya baru tidur sekitar pukul 02.30 WIB. Ia mengaku, aksi serupa bukan kali ini terjadi di lingkungannya.
“Kalau di lingkungan kami ini, sebulan terakhir, ini belum sebulan malah, sudah keempat kalinya. Modusnya sama. Gembok pagar dirusak, masuk rumah ambil motor. Rumah saya satu motor. Itu tetangga honda beat dua sama jupiter satu,” tukasnya.
Meski sudah marak terjadi dan meresahkan warga setempat, ironisnya hingga kini belum satupun pelaku yang tertangkap pihak kepolisian. Bahkan paska kejadian dirinya sempat menghubungi Kasat Reskrim via telepon genggam namun tidak menjawab dan merespon.
“Empat kali sudah sebulan ini, laporan sudah. Ada dua yang laporan. Ini meresahkan kalau terus begini kan. Selip-selip besok ada maling ketangkap di sini bisa dihakimi warga. Karena kesal sudah sering, tapi tidak ada aksi dari aparat kita. Warga kan bingung, mau lapor kemana lagi,” tegas pria yang berprofesi sebagai wartawan tersebut. (Red)















Add Comment