Mesuji Lampung– Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Provinsi Lampung, melantik 30 anggota komisi penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Kabupaten Mesuji. Pengukuhan ini berlangsung di Hotel Azam, jalan ZA. Pagar Alam desa Brabasan, Kecamatan Tanjungraya, Rabu (12/10).
Dari 30 anggota KPA Mesuji ini, 6 orang dilantik secara simbolis yang dilakukan langsung oleh Dr. Anita Andriyani, selakuKoordinator KPA Provinsi Lampung.
Turut hadir dalam pelantikan KPA tersebut Sekda Mesuji Ir. Rijal Fauzi, Wakil Ketua II DPRD Mesuji Iwan setiawan. Tak luput juga disaksikan oleh kepala dinas Kesehatan beserta jajarannya dan kepala bagian Humas dan protokol Ronal Nasution bersama rombongan dari instansi dilingkup pemerintah kabupaten Mesuji.
Dalam sambutannya, Bupati Mesuji, Khamami SH)yang diwakili oleh Sekda Mesuji mengatakan, masalah HIV dan AIDS merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu kita harus menguatkan komitmen untuk bekerja bersama-sama menanggulangi masalah ini. Penanggulangan HIV/AIDS sangat penting dilakukan bersama-sama. Penularan HIV/AIDS tidak mudah akan tertular hanya karena makan dan minum bersama, berpelukan dengan orang terinfeksi, mandi di pantai/kolam bersama–sama juga kegiatan sosial apapun.
Perlu dipahami, HIV hanya hidup dicairan tubuh manusia. Virus ini bisa menular bila ada pertukaran cairan tubuh dari satu orang ke orang lain. Salah satunya telah terinfeksi HIV karena hanya ada cairan tubuh HIV bisa menular melalui darah, cairan kelamin dan ibu kepada bayi yang dikandungan.
Informasi tentang bagaimana HIV bisa menular dan bisa dicegah harus selalu disampaikan gencar kepada masyarakat, dengan bahasa yang mudah dipahami. Bila masyarakat memahami informasi tentang HIV dengan baik dan mereka akan bisa melindungi diri dan keluargannya. Dengan alasan ini KPA kab Mesuji dilantik.
Untuk senantiasa menggencarkan slogan inforamsi yang benar, tepat dan terus menerus adalah awal pencegahan HIV merupakan tugas KPA dan para penggiat AIDS untuk selalu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat luas. Slogan ini harus selalu menjadi pemacu semangat untuk bisa bekerja, Paparnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan, Karena secara umum, program pencegahan ditujukan agar setiap orang mampu melindungi dirinya agar tidak tertular HIV. Dan tidak menularkan kepada orang lain secara spesifik pencegahan pada kelompok tertular untuk menghambat lajunya perkembangan HIV dan memelihara produktifitas individu dan meningkatkan kualitas hidup.
“Sedangkan pencegahan pada kelompok beresiko tertular ditujukan untuk mengubah perilaku beresiko menjadi perilaku aman. Upaya pencegahan IMS, HIV dan AIDS akan berkontribusi terhadap pencapaian target MDGS 4, 5 dan 6. Yaitu penurunan kesakitan dan kematian bayi, penurunan dan kesakitan dan kematian ibu serta penanggulangan HIV-AIDS, malaria, TB dan penyakit lainnya.
Pengendalian HIV dan AIDS di Kabupaten Mesuji secara keseluruhan belum berjalan dengan baik, mengingat SDM masih minim. Serta upaya informasi pencegahan HIV dan AIDS belum secara maksimal dilakukan akan tetapi setelah pelantikan ini kita akan gencar melakukan sosialisasi betapa bahayanya penyakit HIV/AIDS bisa membunuh diri sendiri dan juga orang lain serta orang disekeliling kita, kepada masyarakat umumnya masyarakat kab Mesuji,” Tutupnya.(Billy)















Add Comment