Bandar Lampung News

Sjachroedin Ajak Semua Pihak Dukung Arinal Sebagai Gubernur 

Sjachroedin saat silaturahmi pensiunan pejabat eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang tergabung dalam Paguyuban Kawan Senasib. (Ist)

BANDARLAMPUNG – Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kroasia Sjachroedin ZP berpesan kepada semua pihak untuk mendukung Arinal Djunaidi sebagai Gubernur Lampung Periode 2019-2024.

Hal itu disampaikan Sjachroedin saat silaturahmi pensiunan pejabat eselon II Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung yang tergabung dalam Paguyuban Kawan Senasib di Rumah Makan Kayu, Sabtu (9-3) malam.

Menurut Sjachroedin, Arinal merupakan satu-satunya pejabat Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung yang menjabat gubernur. Selama menjabat sebagai gubernur, Sjachroedin memiliki banyak kenangan dengan Arinal yang pada saat itu sebagai sekprov.

“Banyak kenangan manis bersama Arinal saat menjabat Sekdaprov saat saya menjabat gubernur,” ujarnya.

Karena itu, dia meminta semua pihak untuk mendukung Arinal saat menjabat sebagai Gubernur Lampung. “Kawan pesiunan jangan menjauh, karena pensiunan PNS Pemprov tidak punya kepetingan apa lagi,” sebutnya.

Selain itu, dia juga meminta Arinal untuk memperhatikan Majelis Penyimbanh Adat Lampung (MPAL). “Saya pesen sama Pak Arinal agar memperhatikan Paguyuban Kawan Senasib, MPAL dan yang lainnya, ketika menjabat sebagai gubernur,” harapnya.

Sebelum dilantik, dia juga menawarkan Arinal agar berkunjung ke Kedubes Indonesia untuk Kroasia. Menanggapi hal itu, Arinal mengaku banyak belajar dari Sjachroedin agar bisa sukses.

“Saya ini hanya meneruskan tugas dari Pak Sjachroedin. Karena saya banyak belajar dari beliau,” kata Arinal.

Ketua DPD I Golkar tersebut berjanji akan membangun Lampung menjadi lebih baik lagi. “Selama satu tahun ini saya sudah melakukan pertemuan-pertemuan dengan menteri dan investor. Sehingga pembangunan di Lampung bisa saya ubah jadi multiyes,” ujarnya.

Tidak hanya itu, dia juga mempertanyakan tenaga ahli Gubernur Lampung yang saat ini mencapai 34 orang. “Ini namanya pemborosan uang negara. Lebih baik anggarannya dialihkan untuk pembangunan saja,” sebutnya.(rls/red)

IKLAN

IKLAN

DAPATKAN PROFIT JUTAAN RUPIAH

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

PASANG IKLAN ANDA DISINI