Bandar Lampung News

Supriyadi: Copy Paste Jadi Momok Wartawan Lampung

Ketua PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian saat memberikan sambutan sebelum membuka Workshop Penguatan Kompetensi Wartawan PWI Provinsi Lampung 2019. (Ist)

BANDAR LAMPUNG – Ketua PWI Provinsi Lampung Supriyadi Alfian menyebut budaya copy paste masih jadi momok wartawan di Lampung. Dimana, copy paste kini dianggap menjadi hal lumrah untuk dilakukan wartawan.

Supriyadi mengatakan, perilaku copy paste tampaknya mulai menjadi hal lumrah bagi wartawan. Terlebih jika berita tersebut adalah rilis dari pemerintah.

“Jadi kalau itu rilis, tidak diedit lagi. Kasih judul langsung diterbitkan. Waktu di-share beritanya sama semua. Harusnya redakturnya edit kembali, jangan main terbit saja. Sekelas pak Nizwar yang Sekretaris PWI Lampung saja setiap lihat berita rilis diedit lagi. Artinya, sosok yang sudah mumpuni ilmunya saja masih terus menerapkan aturan yang baik seperti apa,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada Workshop Penguatan Kompetensi Wartawan PWI Provinsi Lampung 2019 di Aula Sekretariat PWI Lampung, Sabtu (21/12/2019).

Ia berharap, dengan workshop kali ini mampu memberikan pengetahuan dan menyamakan persepsi kepada wartawan yang ada di dalam PWI Lampung, sehingga bisa bekerja dengan baik dan profesional. Ia pun meminta kepada pengurus PWI kabupaten/kota bisa berinovasi menggagas program-program untuk memajukan PWI di daerah.

“Karena dari 14 kabupaten/kota, hanya 4 PWI daerah yang aktif. Misal di Pesisir Barat, hanya ada 1 anggota, Ketuanya saja. Mesuji Mati Suri. Jangan hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah saja. Tetapi jangan pula pwi daerah tidak berinovasi dengan perencanaan berbagai program yang bisa diusulkan kepada pemerintah atau sektor lain,” tutupnya sekaligus membuka workshop.

Senada diutarakan Kadiskominfo Provinsi Lampung Krisna Putra. Ia kerap melihat berita online dari berbagai portal berita yang disiarkan melalui WhatsApp dengan judul dan isi yang sama.

“Harusnya bisa mengangkat sisi lainnya. Atau menambahkan sumber lain. Jadi pembaca tidak jenuh dengan berita dengan judul yang sama,” katanya saat menjadi narasumber. (Red)

About the author

Redaksi TabikPun

Add Comment

Click here to post a comment

Tinggalkan Balasan

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

 IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

IKLAN

%d blogger menyukai ini: